
LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Pengurus DPD I Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) menyebutkan tersisa dua nama yang bakal mendapatkan rekomendasi sebagai calon ketua Golkar Sulsel.
Keduanya, Ilham Arief Sirajuddin dan Andi Ina Kartika Sari.
Hal itu disampaikan Plt Wakil Sekretaris, DPD Golkar Sulsel, Arif Rosyid kepada media di Makassar.
Ia menyebutkan dua nama telah “dikunci” DPP Golkar.
“Sampai hari ini kandidat calon ketua sudah mengerucut tinggal dua nama,” kata Arif kepada media, Dikutip Kamis (30/4).
Orang dekat Ketua Umum DPP Golkar, itu lalu mengungkapkan Andi Ina dan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) telah menemui Bahlil Lahadalia.
“Sampai dengan hari ini, hanya dua nama itu yang pernah dipanggil ketua umum,” katanya kepada rakyat sulsel.co
Sebelumnya, Pakar ilmu komunikasi politik Universitas Hasanuddin (Unhas), DR Hasrullah menanggapi mundurnya istri Ilham Arief Sirajuddin (Aliyah Mustika) dari kader dan pengurus partai demokrat.
Hasrullah berkeyakinan IAS bakal mendapatkan dukungan dari DPP Golkar sebagai calon ketua DPD I Golkar Sulsel.
“Jika benar Aliyah mundur dari partai demokrat dapat digambarkan bahwa IAS telah mendapatkan lampu hijau dari DPP untuk maju di Musda Golkar Sulsel,” ujar Hasrullah. Kamis (23/4) lalu.
Dijelaskannya bagi calon ketua Golkar diberbagai tingkatan harus memenuhi syarat di antaranha, Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela [PDLT].
“PDLT merupakan syarat mutlak untuk menjadi ketua atau pengurus partai golkar. Dengan mundurnya Aliyah dari partai demokrat maka IAS memenuhi syarat pencalonan sebagai calon ketua DPD Golkar Sulsel,” imbuh Hasrullah.
Namun, Pakar di bidang ilmu komunikasi politik itu mengatakan di partai golkar sering terjadi kejutan.
“Di partai golkar itu sering terjadi kejutan. Biasa jelang Musda DPP Partai Golkar menerbitkan ‘Surat Diskresi’ seperti Musda Golkar di tahun 2020 lalu. Tapi belakangan ini sejak Bahlil ketua umum DPP Golkar dari seluruh Musda yang di gelar di provinsi lainnya penyelenggaraan Musda Golkar berjalan dengan demokratis,” beber Hasrullah.
Hasrullah, Kemudian mengatakan untuk tidak mengabaikan sosok Andi Ina Kartika Sari.
“Golkar diawal saya katakan sering terjadi kejutan di Musda. Jangan sampai sosok politisi perempuan golkar Andi Ina bisa menjadi kuda hitam nantinya,” pungkas Hasrullah. (*)
























