dr Udin Beri Edukasi ke Milenial Ajak Kerja-Kerja Kemanusian

FOTO: dr. Udin saat sesi wawancara dengan awak media. Selasa (24/1)
FOTO: dr. Udin saat sesi wawancara dengan awak media. Selasa (24/1)
Advertisement

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Dialog publik Corner View 2023 dengan mengambil tema, “Demokrasi era post truth melalui literasi dan diskusi politik,” Dialog publik itu diinisiasi oleh DPW Perisai Sulawesi Selatan.

dr. Udin S Malik, Salah satu narasumber ditengah dialog publik itu mengatakan perlu nya generasi milenial untuk tidak terjebak dalam arus informasi yang isu nya sifatnya negatif.

“Perlunya edukasi kepada anak-anak muda, Pemerintah kota melalui program unggulannya telah menyiapkan ruang itu. Anak muda kita hari ini sebenarnya lebih kreatif tinggal bagaimana mereka ini diarahkan,” ujar mantan aktivis sosial kemasyarakatan Fakultas Kedokteran Unhas Makassar ini.

dr Udin yang merupakan generasi milenial ini konsisten berada di jalur kerja-kerja kemanusiaan.

Advertisement

“Saya aktif dan konsisten berada di jalur kerja-kerja kemanusiaan. Itu sejak tahun 2009 lalu,” tutur suami dari Aura Aulia Imandara Ramdhan Pomanto ini.

Saat awak media menanyakan dirinya bakal maju dalam konstelasi politik pada pemilu dan Pemilukada di tahun 2024 mendatang.

“Sampai saat ini memang sudah ada parpol yang mengajak untuk maju sebagai calon anggota legislatif,” ungkap Ketua Forum Kemanusiaan Kota Makassar.

Saat awak media menanyakan nama partai dimaksud, Lagi-lagi anak mantu Wali kota Makassar ini enggan memberikan jawaban partai dimaksud.

“Partai nya. Partai warna-warni,” gurau dr. Udin kepada media saat wawancara.

Saat ditanya apakah Wali kota makassar mendorong dirinya maju sebagai calon Wali kota Makassar di 2024 mendatang.

“Pak Wali orang nya sangat Demokrasi. Beliau, tidak pernah memaksakan segala sesuatunya. Saya mungkin terlalu dini untuk berbicara maju sebagai calon walikota,” ujar dia.

“Untuk maju sebagai calon walikota perlu dilakukan studi-studi langsung ke lapangan. Jangan sampai maju sebagai calon wali kota itu hanya mendapat trophy atau menjadi hadiah kontestasi,” kata dr. Udin.

Dia pun menjelaskan Walikota itu adalah jabatan politik. Untuk itu dirinya sedang mempelajari apakah cocok untuk dirinya atau tidak.

Dialog publik itu dihadiri berbagai komponen mahasiswa yang ada di kota Makassar. Selasa (24/1/2023)

Dialog publik itu menghadirkan narasumber Firman Jaya Daeli, Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia, Dr. Syamsul Rijal, Akademisi, dr. Udin S Malik, Penggiat Kemanusiaan dialog itu di moderator mahasiswa pasca program sarjana Taqwa Bahar. (LN)

Advertisement