Catatan Singkat: Politik Identitas dan Ancaman Perpecahan Bangsa

FOTO: Taqwa Bahar
FOTO: Taqwa Bahar
Advertisement

Penulis: Taqwa Bahar
Mahasiswa S2 UNHAS Makassar

LEGIONNEWS.COM – OPINI, Pemilihan Presiden yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali diharapkan dapat berjalan sesuai dengan apa yang dicita-citakan dalam sebuah negara yang demokrasi. Agenda lima tahunan tersebut dalam rangka melanjutkan arah pembangunan negara dan bangsa sehingga yang bersaing dalam kontestasi pemilihan presiden adalah putra terbaik bangsa.

Beberapa hari ini kita disuguhkan dengan berbagai berita-berita seputar pemilihan presiden bahkan hampir setiap hari wacana tersebut diangkat sebagai isu utama dalam setiap penyajian berita di media.

Menariknya, perdebatan-perdebatan yang ditampilkan selalu tidak membahas hal-hal yang substantif, dan terkesan seperti debat kusir saling menyerang dengan mengangkat isu-isu yang kontra produktif padahal yang diharapkan oleh masyarakat Indonesia adalah perang ide dan gagasan.

Advertisement

Masyarakat yang menyaksikan pun akhirnya tergiring dengan perdebatan yang hanya berisikan konten-konten yang provokatif sehingga tidak menutup kemungkinan akan mempengaruhi psikologi tim sukses untuk saling menyerang dengan fitnah dan opini negatif.

Tidak hanya itu, pengklaiman terhadap keterwakilan satu kelompok Agama, Suku, dan Ras masih terjadi dan dilakukan sebagai alat propaganda dengan label politik identitas, bahkan hal ini sudah mulai dikembangkan oleh pihak-pihak yang selama ini ingin melihat perpecahan terjadi, mereka muncul di setiap momentum pemilu tidak hanya di pilpres tetapi juga tumbuh dan berkembang di daerah.

Cara berpolitik salah satunya dengan menggunakan variabel agama dilakukan untuk mendapatkan dukungan dari kelompok masyarakat dan ironisnya dibuat demikian untuk memecahbelah antar sesama anak bangsa. Bayangkan saja jika agama dijadikan alat untuk mempertajam perbedaan tentu akan semakin memperkeruh suasana politik bahkan dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Secara umum politik adalah cara untuk meraih kekuasaan sehingga dengan orientasi kekuasaan itulah maka agenda setting untuk menguasai sistem bernegara akan dengan mudah dilakukan jika kemenangan berpihak kepada figur yang di dukung. Jangan sampai politik identitas yang digunakan sebagai cara untuk meraih kekuasaan berujung pada perpecahan, tentu kita semua berharap pilpres 2024 dapat berjalan dengan baik, demokratis tanpa ada lagi isu SARA, Politik Identitas dan Isi hoax.

Advertisement