Cara Bersyukur Mentan SYL Atas Berbagai Capaian Pertanian Selama Empat Tahun Terakhir

FOTO: Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menggelar doa bersama dengan jajaran Pengurus Pondok Pesantren Al Baghdadi Karawang, Jawa Barat
FOTO: Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menggelar doa bersama dengan jajaran Pengurus Pondok Pesantren Al Baghdadi Karawang, Jawa Barat
Advertisement

LEGIONNEWS.COM – JAKARTA, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menggelar doa bersama dengan jajaran Pengurus Pondok Pesantren Al Baghdadi Karawang, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan rangkaian doa syukur atas berbagai keberhasilan dan capaian Kementan selama empat tahun terakhir terutama yang berkaitan dengan peningkatan produktivitas.

“Kita bersyukur karena selama beberapa tahun terkahir kita mencapai keberhasilan yang luar biasa, dimana pertanian tetap tumbuh meski terjadi guncangan ekonomi di seluruh dunia,” ujar SYL, Jumat, 12 Mei 2023.

SYL mengatakan, sejauh ini sektor pertanian terus tumbuh dan menjadi sektor strategis karena menyerap banyak tenaga kerja serta berkontribusi besar pada pengentasan kemiskinan di Indonesia. Pertanian bahkan menjadi penopang bagi jutaan orang yang terdampak pandemi Covid 19 yang melanda dunia.

“Kita bahkan menjadi negara paling kuat karena pertanian terus tumbuh dari waktu ke waktu,” katanya.

Advertisement

Diketahui, Bank Dinia atau World Bank melaporkan bahwa sektor pertanian selama ini konsisten menjadi pendorong utama pengentasan kemiskinan ektrem di tanah air. Menurut laporan tersebut, pendapatan pertanian secara perlahan tapi pasti telah mengurai angka kemiskinan di wilayah pedesaan.

Perwakilan Bank Dinia untuk Indonesia atau Country Director World Bank, Satu Kahkonen dalam laporan pendahuluanya mengatakan bahwa Indonesia berhasil mencapai tujuannya dalam memberantas kemiskinan ekstrim ketika angkanya mencapai 1,5 persen pada tahun 2022.

Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan juga perlindungan sosial merupakan dua aspek penting yang berkontribusi besar pada kemajuan tersebut.

SYL mengatakan, doa adalah obat terhadap berbagai kesulitan dan persoalan yang ada. Melalui doa, kepemimpinan yang tersisa dapat disempurnakan. Yang pasti, kata dia, semua yang dikerjakan selama empat tahun terakhir harus memiliki nilai ibadah yang berguna bagi bangsa dan negara.

“Sisa perjalanan kepemimpinan ini kita sempurnakan yuk dalam doa dan ibadah. Luruskan niat dan tambah kontribusimu pada bangsa dan negara yang lebih baik. Ingat ya, sekecil apapun harus ada nilai ibadah,” katanya. (*)

Advertisement