BUMD Merauke Lakukan Koordinasi di dua Kementerian

201
Kunjungan Ke Kementerian Dalam Negeri
Advertisement

MERAUKE||Legion News– Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten Merauke terus berupaya menata sistem tata kelolah keuangan di badan usaha milik daerah tersebut di Kementerian Dalam Negeri, selain berkunjung ke Kemendagri, Tim BUMD Kabupaten Merauke juga lagi berupaya membuka ruang kerjasama dengan Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perdagangan dan Perindustrian, kunjungan ke kedua lembaga kementerian tersebut adalah dalam bentuk koordinasi terkait tata kelolah keuangan di BUMD, Selain itu menawarkan produk-produk unggulan yang ada di kabupaten Merauke yang akan dipasarkan ke wilayah indonesia. Selasa, (4/8/2020)

Hal itu disampaikan Vinsensius Wandosao pada saat sesi wawancara dengan pewarta Legion News Papua, di kediamannya jalan kampung timur, Merauke sabtu 1/8/2020 lalu.

Wandosao, “Kunjungan ini dilaksanakan dalam mempersiapkan struktur BUMD serta tata kelola Keuangan, terutama kode rekening guna mengetahui progres kerja dan semua kelengkapan adminitrasi sehingga nantinya dalam melakukan kerja ekstra di lapangan tidak ada lagi kendala dalam pengelolaan keuangan negara dengan baik”, ungkapnya”.

Koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri terkait dengan tata kelola keuang BUMD

Dalam kunjungan kerja tersebut BUMD Kabupaten Merauke telah mendatangi dua kementrian, salah satunya kementrian Dalam negeri, untuk kementrian perdagangan guna berkoordinasi terkait kerjasama antara berbagai pihak yang telah menjadi target ekspor barang dari kabupaten Merauke,

Selain hal yang telah diuraikan tadi,  koordinasi dengan kementrian dalam negeri untuk “mendapatkan legal standing, sehingga di kemudian hari tidak menjadi kendala dalam proses pengiriman barang baik dalam negeri dan luar negeri dan menjaga kredibilitas pemanfaatan keuangan negara dengan baik”,

“Sedangkan untuk kementerian perdagangan kami juga meminta petunjuk teknis dalam pengiriman barang ke berbagai daerah dalam negeri dan pasar luar negeri, hasil kunjungan ke kementrian perdagangan didapatkan bahwa akan memberikan surat ijin ekspor kepada BUMD kabupaten Merauke,” katanya

Selain itu Menurut Wandosao, “Pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan beberapa daerah yang ada di dalam provinsi Papua, provinsi Papua barat, ataupun Provinsi lain yang ada di indonesia,  inikan menjadi peluang yang baik untuk pemerintah daerah kabupaten Merauke, menjadi bagian dari Pendapatan asli dartah (PAD) hal ini tentunya membantu masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup mereka lebih baik,”

Direktur Badan usaha milik daerah kabupaten Merauke, Vinsensius Wandosao Gebze amd.Keu

“Satu tekad BUMD adalah hasil produk disektor Pertanian, Perkebunan ataupun hortikultura dan nantinya disektor perikanan akan menjadi berkembang.

Di kabupaten Merauke kita harus berupaya agar hasil produk pertanian ketika memasuki musim panen tiba petani tidak repot lagi dalam menjual hasil pertaniannya di BUMD, demikian nantinya sektor perikanan dan sektor perkebunan lainnya, pungkas, Wandosao.

Wandosao Bertekat “BUMD yang ia pimpin saat ini akan brrupaya semaksimal mungkin menciptakan pasar di luar Papua guna membuka peluang bagi para petani baik petani lokal dan petani transmigrasi khususnya yang ada di kabupaten Merauke”,

“Beberala waktu lalu BUMD kabupaten Merauke telah membuka kerjasama dengan kota Jayapura dalam waktu dekat ini akan dilakukan uji coba pengiriman perdana daging Sapi dan  5 ton beras, sesuai permintaan pasar di ibukota provinsi Papua ini, selain itu juga bekerja sama dengan kota Sorong di provinsi Papua barat untuk pengiriman beras”,

Selain itu pihaknya juga mendapat permintaan beras dari provinsi Maluku utara dan provinsi Maluku, olehnya itu BUMD Kabupaten Merauke “melihat ini sebagai suatu peluang pasar yang harus segera di respon cepat,”

Wandosao, mengatakan “akan melakukan koordinasi lagi ke kementerian lain, sebab kedepan masih banyak potensi sumber daya alam yang memiliki nilai komodisi ekspor yang tinggi di kabupaten Merauke.

Saat ditanya awak media potensi yang besar tersebut, harus dibutuhkan permodalan usaha tambahan bagi BUMD Merauke

“Itu tergantung Pemerintah Daerah dan Legislator,  BUMD Merauke telah berupaya mencari pangsa pasar, ketika nantinya ada suport tambahan modal usaha dari APBD pemerintah kabupaten Merauke secara kelembagaan Badan usaha milik daerah akan terus bekerja untuk meningkatkan pendapatan asli daerah”.

Wondosao, menilai ini adalah suatu peluang pasar yang besar dan bisa memberikan masukan pendapatan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di kabupaten Merauke”, Tutupnya (Nuel)

Advertisement