Banyak Penerima Bantuan Mundur, Usai Rumahnya Dipasangkan Label “Keluarga Miskin Penerima Bansos” Ini Kata Mensos

0
FOTO: Petugas pendataan saat mendatangi keluarga penerima bansos untuk melakukan data penerima bantuan sosial. (Hasil tangkapan layar dari akun tiktok @metro bogor)
FOTO: Petugas pendataan saat mendatangi keluarga penerima bansos untuk melakukan data penerima bantuan sosial. (Hasil tangkapan layar dari akun tiktok @metro bogor)

LEGIONNEWS.COM – Pemasangan label “Keluarga Miskin Penerima Bansos” terbilang ampuh. Sejumlah daerah di indonesia penerima penerima bantuan sosial (bansos) menyatakan mundur.

Petugas pendataan datang ke keluarga penerima manfaat bansos kemudian dilakukan pemasangan label berupa stiker lalu ditempel di depan rumah penerima bansos.

Akun media sosial tiktok @metro bogor mengunggah sebuah video yang menampakkan seorang petugas pendataan memasangkan label di salah satu rumah warga bernama Mulyono.

Advertisement

Dilansir dari video itu nampak rumah tersebut terbilang keluarga mampu memiliki satu unit kendaraan roda empat.

Video tersebut dibanjiri komentar netizen sebanyak 14.900 komentar dan video itu telah dibagikan sebanyak 4.980 kali.

Banyaknya penerima bansos mundur mendapatkan respon dari Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul tidak mempermasalahkan penerima bantuan sosial (bansos) yang mengundurkan diri akibat rumahnya ditempeli stiker keluarga miskin.

“Memang ada sebagian yang kemudian mengundurkan diri. Tentu kita hormati yang seperti ini, kita apresiasi, kita berikan rasa hormat,” ujar Gus Ipul di kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (26/11/2025).

Gus Ipul menjelaskan, penempelan stiker tersebut merupakan inisiatif pemerintah daerah, bukan pemerintah pusat.

Ia menilai, kebijakan itu membawa dampak positif karena membantu pemerintah memastikan ketepatan sasaran penyaluran bansos sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran publik terhadap pentingnya data penerima bantuan yang lebih akurat.

“Ya, memang ada dampak positif dari penempelan stiker, meskipun itu inisiatif daerah. Penempelan itu untuk memastikan bahwa yang menerima bantuan sosial adalah mereka yang memenuhi kriteria,” kata Gus Ipul. Gus Ipul mengaku tidak mengetahui pasti daerah-daerah mana saja yang menempel stiker keluarga miskin di rumah-rumah penerima bansos.

Namun, ia menyebutkan, sejumlah daerah lain juga punya caranya tersendiri untuk mengidentifikasi penerima bansos di samping memasang stiker.

“Saya belum bisa menghitung ya, tapi ada di Bengkulu, ada di Jawa Tengah, ada di beberapa lagi tempat lain gitu. Ada juga dengan cara yang lain tanpa menempeli stiker, ada juga itu. Jadi tergantung inisiatif daerah saja,” kata dia. (*)

Advertisement