AMARAH UMI: Dikira Anggota Raider 700/WYC, Ternyata Suaib Satpam Perumahan di Gowa

0
FOTO: Pihak Raider 700/WYC saat berkunjung ke kediaman Suaib (22) yang dituding sebagai anggota TNI AD. (Tangkapan layar dari Brnhillpos.com)
FOTO: Pihak Raider 700/WYC saat berkunjung ke kediaman Suaib (22) yang dituding sebagai anggota TNI AD. (Tangkapan layar dari Brnhillpos.com)

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Pihak Raider 700/WYC, membantah anggotanya terlibat dalam aksi unjuk rasa peringatan AMARAH di Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Belakangan diketahui video seorang pria berambut cepak menggunakan baju kaos beratribut baju militer itu yang diamankan oleh pihak kepolisian adalah warga sipil.

Suaib (22) pria berambut cepak itu ternyata warga sipil. Ia diketahui sebagai anggota Satuan Pengamanan (Satpam) di salah satu perumahan di kabupaten gowa.

Advertisement

Seperti diberitakan Batalyon Infanteri (Yonif) 700 Raider membantah keras adanya keterlibatan anggotanya dalam peristiwa aksi demonstrasi yang berujung ricuh di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jumat malam (24/4/2026).

Perwakilan intelijen Raider 700/WYC dikutip dari salah satu portal webiste pemberitaan menyampaikan bahwa tidak ada satu pun personel santuan elit TNI itu terlibat atau sedang berada di lokasi saat aksi unjuk rasa yang berujung bentrok.

“Tidak ada anggota Yonif 700 Raider di lokasi seperti yang beredar di media sosial. Informasi tersebut tidak benar,” ucapnya, Sabtu (25/4/2026).

“Dua orang tersebut bukan anggota kami. Mereka adalah masyarakat sipil. Bahkan informasi yang kami terima, mereka sempat dipaksa untuk mengaku sebagai anggota Yonif 700 Raider, namun sebenarnya mereka tidak mengakui hal tersebut,” katanya.

Viralnya video diberbagai platform media sosial ditangkapnya 2 anggota Yonif 700 Raider aksi unjuk rasa AMARAH UMI mencoreng nama baik institusi pasukan elit milik TNI AD itu.

Akibat penyebaran informasi yang tidak benar dapat memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat tentunya merugikan institusi.

“Kami menegaskan bahwa berita yang viral tersebut, termasuk yang beredar di berbagai media sosial, tidak benar adanya. Tidak ada keterlibatan anggota Yonif 700 Raider dalam kejadian tersebut,” tutupnya. (*)

Advertisement