LEGIONNEWS.COM – Hingga rabu petang mahasiswa dari berbagai kampus di wilayah Jakarta masih bertahan dekat Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Aksi unjuk rasa (Unras) itu datang dari berbagai elemen dan himpunan kampus, unsur buruh dan petani.
Masuk petang hari, Mahasiswa masih bertahan disekitar Bundaran HI, Sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dengan aparat kepolisian yang dibantu TNI.
Masuk malam hari, Jakarta diguyur hujan lebat, Ribuan mahasiswa pun meninggalkan titik aksi unjuk rasa.
Sebuah unggahan video di akun tiktok Inews memperlihatkan situasi terkini aksi unjuk rasa di Jakarta.
Beragam komentar netizen saat hujan deras membuat mahasiswa membubarkan diri.
“Masa bubar sama hujan kan lagi memperjuangkan hak mafia dan oligarki payah nihh,” *** tulis akun tiktok @Agung
“bahkan alam pun tidak merestui mereka demo,” *** ucap akun @naekaliving sambil mengikutkan caption tertawa.
Akun tiktok @Destrina Yulliyanti menyampaikan doa kepada para demostran
“Alhamdulillah …Allah SWT TDK Ridho dgn demonya…karena kebenaran pasti akan menemukan jalannya…Allah SWT turunkan Rahmat-Nya berupa hujan deres..[Menghangatkan hati]” *** tulis akun @Destrina Yulliyanti.
“pertanyaan saya cuma satu
mereka kritis atau emang dasar nya benci ke pak Prabowo? *** timpal akun @FaniiYasha.
“hhhhhhh, biasanya di bubarkan paksa sama petugas,,kali ini ko beda ya,” *** ujar akun @Ak. 001.
“semesta pun tak merestui,” *** ujar akun @𝐢ϻ
Aksi unjuk rasa di itu untuk memperingati hari Sumpah Pemuda. Aksi demonstrasi itu dimotori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR)/Komite Sadar, serta melibatkan aliansi dari berbagai kampus seperti UI, ITB, Unpad, Undip, UGM, Unibraw, Unnes, UPN Veteran Yogyakarta, dan Unair.
Lima Tuntutan Utama/Lima Perintah Rakyat
Aksi ini digelar untuk menyoroti dua tahun berjalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan membawa lima tuntutan dari sektor berbeda:
- Isu Lingkungan (penanganan krisis dan lingkungan)
- Isu Ekonomi (kebijakan ekonomi yang berpihak pada rakyat)
- Isu Pendidikan (perbaikan sistem dan keterjangkauan pendidikan)
- Reformasi Hukum
- HAM dan Demokrasi
(LN)

























