Pembunuhan Terhadap Warga Sipil di Papua, Netizen Bedakan Perilaku OPM dan Fretilin

0
FOTO: Aris Sanda warga setempat suku Toraja, Sulawesi Selatan saat disandera oleh kelompok Egianus Kogoya di jalan trans Wamena, Nduga tanjakan Gunung Boy, Selasa pagi (15/9/2026). (Dok via Facebook)
FOTO: Aris Sanda warga setempat suku Toraja, Sulawesi Selatan saat disandera oleh kelompok Egianus Kogoya di jalan trans Wamena, Nduga tanjakan Gunung Boy, Selasa pagi (15/9/2026). (Dok via Facebook)

LEGIONNEWS.COM – RUBRIK, Kasus tewasnya Aris Sanda warga sipil yang tewas ditangan kelompok TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Derakma pimpinan Egianus Kogoya. Jadi perhatian netizen di media sosial.

Aris Sanda yang sudah berpuluh-puluh tahun sebagai sopir travel pada Selasa pagi (15/9/2026) dikabarkan tewas dan dibakar oleh kelompok Egianus Kogoya.Aris Sanda saat kejadian itu sedang membawa rombongan pendeta Tomi Gwijangge.

Usai ditembak dan dibakar oleh kelompok TPNPB-OPM masyarakat Nduga merasa kehilangan pria asal Toraja, Sulawesi Selatan itu membuat murka netizen.

Advertisement

Akun Facebook L Sue Nayak misalnya. Dia menggungah sebuah tulisan berjudul “Bedanya Pejuang dan Pembunuh Rakyat Sendiri”.

Ia dalam tulisannya itu mengisahkan bagaimana pejuang Fretilin di Timor Timur sekarang Timor Leste.

Fretilin dulu angkat senjata lawan militer. Jelas musuhnya. Guru dibiarkan mengajar, Mantri, Dokter dibiarkan mengobati, kuli dibiarkan bekerja.

KKB OPM?

Ngakunya berjuang untuk Papua, tapi yang dibunuh orang Papua sendiri.

Guru honorer yang baru datang mengajar di pedalaman ditembak. Nakes yang bawa obat ke kampung dibacok. Kuli bangunan yang bangun sekolah dan puskesmas dibakar hidup-hidup.

Padahal sosok itu semua penting dalam sebuah perjuangan kemerdekaan ataupun jika kelak merdeka.

Apa perjuangan yang begini?

Akibatnya bukan simpati, tapi luka dan benci di hati masyarakat.
Orang tua takut anaknya sekolah karena gurunya dibunuh. Orang sakit takut berobat karena nakesnya dihabisi. Tukang takut datang membangun Papua karena nyawanya jadi taruhan. Rakyat Papua takut dituduh mata-mata.

Fretilin dulu dicintai rakyatnya karena melindungi rakyat, rakyat mendoakan keselamatan, Kemerdekaan tercapai.

KKB OPM hari ini ditakuti rakyatnya sendiri karena membunuh rakyat, rakyat mendoakan kehancuran dan perjuangan sia-sia.

Itu bukan perjuangan. Itu pengkhianatan terhadap Papua itu sendiri.

Tulisan unggahan L Sue Nayak jadi perhatian warga di media sosial. Akun Facebook @Muhammad Idris misalnya ia mengisahkan bagaimana dirinya waktu bermukim di Timor Timur

“Saya di Timor leste.1994.pulang 1998..” tulis akun Muhammad Idris

“Setelah jejak pendapat… Tidak pernah sy dengar ada masyarakat sipil di tembak.padahak hampir tiap hari bunyi tembakan dalam kota.
Prnah pagi jam 9.” ***

“Rombongan tentara Fretilin.lewat dalam pasar marcado lama.kita pedagang sama sekali tidak panik.karna masyarat Timor Leste sendiri yang bilang jangan panik lanwanya adalah tni,” ***

“KKB itu bukan pejuang tapi Teroris, tidak akan merdeka jika korbankan nyawa orang tak berdosa # Tuhan tdk akan Restu,” *** akun @Ferry Mezze. (*)

Advertisement