Aksi Agustusan Jangan Ditunggangi, Logis 08: Kritik Pemerintah Boleh, Dukung Program Baik Tetap Wajib!

0
Ket Foto: Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo (Ist)**
Ket Foto: Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo (Ist)**

JAKARTA – Ketua Umum LOGIS 08, Anshar Ilo mengajak seluruh elemen masyarakat yang menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi pada momentum Agustusan untuk tetap menjaga kedamaian, ketertiban dan kondusifitas di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi masyarakat.

Anshar Ilo menegaskan bahwa hak berserikat dan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan bagian dari demokrasi dan sah untuk dilakukan. Namun, kebebasan tersebut harus tetap dijalankan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan kepentingan masyarakat luas.

“Demonstrasi dan penyampaian pendapat adalah bagian dari demokrasi. Silakan menyampaikan kritik, tetapi mari tetap menjaga kedamaian, keamanan dan kondusifitas. Jangan sampai momentum Agustusan justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” ujar Anshar, Kamis (27/08).

Advertisement

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi saat ini membutuhkan perhatian dan solidaritas bersama, khususnya dengan adanya bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan.

“Di tengah saudara-saudara kita yang sedang menghadapi bencana di Flores dan masyarakat yang terdampak kebakaran di Kalimantan, kita semua harus mengedepankan rasa kemanusiaan. Jangan sampai perbedaan pandangan politik membuat kita kehilangan kepedulian terhadap sesama,” katanya.

Menurut Anshar, kritik terhadap pemerintah tetap penting sebagai bagian dari fungsi kontrol masyarakat. Namun, kritik harus dilakukan secara objektif, berdasarkan fakta dan bertujuan memperbaiki kebijakan.

“Yang kurang dari program pemerintah silakan dikritik dan dievaluasi. Tetapi program yang tepat sasaran dan memberikan manfaat kepada rakyat juga harus kita dukung. Demokrasi bukan hanya tentang kritik, tetapi juga memberikan solusi,” tegasnya.

Anshar turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berpotensi memanfaatkan aksi untuk kepentingan tertentu.

“Jangan sampai ada oknum penumpang gelap yang memanfaatkan aksi untuk kepentingan politik atau tendensi tertentu terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Aspirasi masyarakat harus tetap menjadi yang utama,” ujarnya.

LOGIS 08, lanjut Anshar, mengajak seluruh peserta aksi dan masyarakat luas untuk menjaga suasana damai selama momentum peringatan kemerdekaan.

“Agustusan seharusnya menjadi momentum memperkuat persatuan. Mari kita jaga kedamaian, kondusifitas dan persaudaraan. Kritik pemerintah boleh, bahkan penting, tetapi jangan sampai merusak persatuan dan mengganggu masyarakat yang sedang membutuhkan ketenangan, terlebih saudara-saudara kita yang sedang menghadapi bencana,” pungkasnya.

Sebagai mantan Wakil Ketua Umum DPP KNPI, Anshar mengatakan bahwa aspirasi masyarakat terkait RUU Perampasan Aset juga telah mendapat respons positif dari pimpinan DPR RI

“Kalau tuntutannya adalah agar RUU Perampasan Aset segera dibahas dan disahkan, tentu ini merupakan aspirasi yang baik. Apalagi pimpinan DPR RI telah memberikan respons terhadap tuntutan tersebut. Artinya, ada ruang dialog dan proses konstitusional yang bisa dikawal bersama,” ujar Anshar.

LOGIS 08 berharap seluruh rangkaian aksi dan kegiatan masyarakat selama momentum Agustusan berlangsung tertib, damai dan kondusif, sekaligus menjadi bagian dari praktik demokrasi yang sehat serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. (**)

Advertisement