
LEGIONNEWS.COM – MIMIKA, Usai melakukan penyerangan pos keamanan yang menewaskan seorang anggota satgas Pam Obvitnas PTFI Yonif 133/YS, Pratu Riski Kurniawan, Senin, 17 Agustus 2026 saat momen peringatan HUT ke-81 RI.
Kelompok bersenjata dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) dilaporkan membawa paksa 9 perempuan orang asli papua (OAP) usai melakukan penyerangan pos keamanan.
Mereka merupakan warga di Kampung Pasir Putih, Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 13.40 WIT.
Dandim 1710 Mimika, Letkol Inf Jozanda, Membenarkan laporan tersebut.
Letkol Inf Jozanda, menyebutkan bahwa selain membawa paksa, OPM juga menembak seorang mama Papua dan satu orang lainnya dibuang ke jurang saat hendak menyelamatkan anaknya yang dibawa paksa.
“Bukan diculik. Tapi itu dibawa paksa. Saat mereka melakukan pemunduran,” ujar Dandim 1710 Mimika.
“Jadi, awalnya itu kan memang ada gangguan keamanan di Jila,” kata Jozanda kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (19/8/2026).
“Setelah mereka melakukan gangguan, mereka lari karena ada balasan tembakan, mereka lari kabur,” ungkapnya.
“Saat lari itu, berlari mereka membawa paksa masyarakat. Yang dibawa itu perempuan semuanya,” ujarnya lagi.
Namun, Jozanda enggan menyebutkan total korban penculikan tersebut. Dia hanya mengatakan bahwa semuanya perempuan.
Menurut Jozanda, hingga kini, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap identitas para korban yang diculik.
“Kita masih mencari informasi siapa saja nama-namanya. Semuanya perempuan. Jadi, yang mereka bawa itu sembilan,” ungkapnya.
“Dan ada dua orang lagi perempuan juga (ibu). Karena berupaya untuk melindungi anak gadisnya yang dibawa, maka ibu ini ditembak. Yang satu ditembak, yang satu dilempar ke jurang,” kata Dandim lagi.
Jozanda menjelaskan, awal mula laporan tersebut diketahui saat aparat melakukan penyisiran setelah kontak tembak yang terjadi pada momen peringatan HUT ke-81 RI. (*)






















