TPNPB Kodap III Ndugama Derakma Bertanggungjawab Atas Penyerangan Pos Militer Indonesia di Wamena

0
FOTO: Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. (Properti via Google) 
FOTO: Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. (Properti via Google) 

LEGIONNEWS.COM – PAPUA, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengeluarkan siaran persnya terkait dengan penyerangan terhadap pos militer Indonesia di Wamena pada 17 Agustus 2026 sekitar pukul 06.15 WIT.

Dalam siaran persnya itu menyebutkan, Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Komandan Batalyon Albu, Mayor Abaroak Gwijangge bersama Komandan Operasinya, Paldo Nirigi serta pasukan TPNPB dari Kompi Markas Satu Kasie bahwa kami bertanggungjawab atas penyerangan terhadap pos militer Indonesia di Wamena pada 17 Agustus 2026 sekitar pukul 06.15 WIT.

“Penembakan tersebut awalnya dilakukan oleh aparat militer Indonesia terhadap kami sehingga terjadi baku tembak antara TPNPB dengan aparat militer Indonesia. Sementara dalam kontak senjata tersebut tidak adanya jatuh korban jiwa dari pihak kami, sementara kami juga belum bisa pastikan jatuhnya korban jiwa dari aparat militer Indonesia.” bunyi siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB dikutip, Selasa (18/8/2026).

Advertisement

“Selain itu, kami juga mencurigakan bahwa terdapat seorang pemuda asli Papua yang bekerja sebagai agen intelijen militer pemerintah Indonesia, yang dahului kita ke markas militer Indonesia lalu melaporkan rencana kami dalam penyerangan pos militer Indonesia sehingga aparat dahulunya siaga satu dan melakukan penembakan terlebih dahulu terhadap kami saat mengambil posisi penyerangan namun, kami di tembak duluan.”

Oleh sebab itu, TPNPB Kodap III Ndugama Derakma dibawa pimpinan Bridjend Egianus Kogeya dan Mayor Belia alis Maleo Kogeya dengan tegas mengeluarkan pernyataan sikap bahwa;

1. TPNPB Kodap III Ndugama Derakma tidak akan pernah tunduk dan mundur terhadap pemerintah kolonialisme Indonesia sehingga perang akan terus terjadi hingga negara kolonialisme Indonesia mengakui kemerdekaan bangsa Papua pada 1 Desember 1961.

2. Selama TPNPB Kodap lll Ndugama Derakma masih berkeliling di Kota Wamena maka disampaikan kepada orang Papua dan agen intelijen militer Indonesia untuk tidak menjadi mata-mata aparat militer Indonesia dalam medan perang.

3. Apabila kedapatan agen intelijen militer pemerintah Indonesia. (Rls).

Advertisement