
LEGIONNEWS.COM – GOWA, Dalam rangka memperingati detik-detik Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemuda Panca Marga (PPM) Kabupaten Gowa menggelar kegiatan peringatan di halaman Rumah Adat Balla Lompoa Kabupaten Gowa, Senin, 17 Agustus 2026.
Pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa alasan. Halaman Balla Lompoa yang dahulu dikenal dengan nama Lapangan Bungaya memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi perjuangan rakyat Gowa dan Makassar dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pejuang kemerdekaan, khususnya Kacong Daeng Lalang bersama para sahabat seperjuangannya, yang gugur dalam perjuangan melawan pemerintahan kolonial Belanda pada sekitar Maret 1947.
Dalam catatan sejarah dan kisah perjuangan yang diwariskan, Kacong Daeng Lalang mengalami berbagai bentuk penyiksaan dan eksekusi yang dilakukan oleh pihak Belanda. Ia disebut pernah ditembak dengan pistol dan senjata jenis moser, ditarik menggunakan empat ekor kuda, ditebas dengan pedang, hingga diseret menggunakan mobil.
Tidak berhenti sampai di situ, Kacong Daeng Lalang juga disebut mengalami berbagai bentuk penyiksaan lainnya, termasuk dipasung. Peristiwa tersebut terjadi di tengah keramaian hari pasar dan disaksikan oleh masyarakat Gowa dan Makassar serta para pembesar pemerintahan Belanda pada masa itu.
Namun, berbagai upaya tersebut tidak segera mengakhiri perjuangannya. Dalam kondisi yang sangat mengenaskan, Kacong Daeng Lalang kemudian diikat menggunakan rantai dan tali ijuk, dinaikkan ke atas gerobak, kemudian dibawa menuju kawasan di sekitar Jembatan Sungguminasa, Kampung Borong Untia.
Menurut kisah sejarah yang berkembang di masyarakat, Kacong Daeng Lalang kemudian dikuburkan dalam keadaan masih hidup bersama jenazah rekan seperjuangannya yang telah lebih dahulu dieksekusi oleh pemerintah kolonial Belanda.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu gambaran betapa beratnya pengorbanan para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan. Kegigihan Kacong Daeng Lalang dalam menghadapi berbagai bentuk penyiksaan menjadikannya salah satu sosok yang dikenang dalam sejarah perjuangan rakyat Gowa.
Kacong Daeng Lalang juga dikenal sebagai salah satu pendiri Laskar PPNI yang berpusat di Katangka, Gowa. Sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa perjuangannya, makam Kacong Daeng Lalang kemudian dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Romang Lompoa.
Nama Kacong Daeng Lalang juga diabadikan sebagai nama jalan, yakni Jalan Kacong Daeng Lalang, yang berada setelah Jalan Syekh Yusuf dan menjadi salah satu kawasan yang menghubungkan wilayah Gowa dan Makassar di jalur jalan provinsi.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dilaksanakan PPM Gowa tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana untuk kembali mengingat sejarah perjuangan para pendahulu bangsa.
“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini tidak lahir dengan mudah. Ada darah, air mata, pengorbanan, dan keberanian para pejuang yang harus terus kita kenang dan wariskan kepada generasi berikutnya,” demikian semangat yang menjadi bagian dari momentum peringatan tersebut.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara Ketua Pemuda panca marga Kabupaten Gowa, *Abd. Rasyid Coa Daeng Gappa* Sementara Muh. Arthur bertindak sebagai Komandan Upacara dan Muh. Sakkir sebagai Komandan Pasukan.
Acara juga dipandu oleh MC Hirsan Bachtiar, dengan Kasim Beta sebagai protokol.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus dan anggota Pemuda panca marga seKabupaten Gowa serta pasukan Resimen YudhaPutra Yon 212 Baraniko Gowa.
Melalui momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini, Pemuda panca marga kabupaten Gowa menegaskan pentingnya menjaga semangat nasionalisme, menghormati jasa para pahlawan, serta merawat ingatan sejarah perjuangan masyarakat Gowa sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah kemerdekaan Indonesia. (*)
























