Pusham UII Mengkritik Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

0
FOTO: Presiden Prabowo Subianto. (Seskab)
FOTO: Presiden Prabowo Subianto. (Seskab)

LEGIONNEWS.COM – RUBRIK, Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham) UII mengkritik pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di depan MPR pada 14 Agustus 2026 yang dinilai penuh puja-puji terhadap diri sendiri.

Direktur Pusham UII Despan Heryansyah menyebut pidato itu tidak menyentuh persoalan inti ruang sipil yang menyempit dan jaminan HAM yang melemah.

Menurut Despan, pidato terkesan obsesif pada kehebatan program pemerintah tanpa kepekaan pada komunitas lokal dan kelompok rentan yang terdampak.

Advertisement

Prabowo memamerkan capaian Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk puluhan juta penerima, namun tidak membahas kasus keracunan yang menimpa puluhan ribu anak sekolah.

Begitu pula program Koperasi Desa Merah Putih yang dibanggakan, masih menyisakan pertanyaan soal pembiayaan operasional tanpa membebani keuangan negara.

Despan menilai program populis tersebut sarat masalah struktural mulai dari landasan hukum lemah, tata kelola keliru, minim perencanaan, pemborosan APBN hingga penyelewengan anggaran yang luput disinggung.

Peneliti Pusham UII Heronimus Heron menambahkan pidato bernuansa megalomaniak, terlihat dari kebiasaan cocoklogi angka 8 sebagai angka keberuntungan dan memberi nilai tinggi untuk dirinya sendiri.

Padahal, ujar Heron, pernyataan Presiden berkonsekuensi pada kebijakan luas yang berdampak pada warga.

Prabowo menyampaikan dua pidato di parlemen pada Jumat 14 Agustus 2026, yakni Sidang Tahunan MPR dalam rangka HUT ke-81 RI dan Rapat Paripurna DPR terkait pengantar RAPBN 2027 beserta nota keuangan. (*)

Advertisement