LEGIONNEWS.COM – GORONTALO, Kecelakaan maut terjadi dalam ajang drag race dan drag bike di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, Minggu (9/8/2026).
Sebuah mobil balap kehilangan kendali dan menabrak kerumunan penonton. Delapan warga meninggal dunia, sementara sejumlah korban lainnya masih menjalani perawatan, termasuk beberapa yang dirujuk ke RS Prof. Kandou, Manado.
Polisi kini menyelidiki tragedi tersebut. Sedikitnya lima orang telah diperiksa, termasuk panitia penyelenggara dan pengemudi mobil balap. Pengemudi disebut berpotensi menjadi tersangka jika penyidik menemukan unsur pidana.
Namun, pegiat otomotif Fitra Eri menilai penyelidikan seharusnya tidak berhenti pada pembalap.
Menurut Fitra, keselamatan dalam sebuah event balap juga menjadi tanggung jawab penyelenggara dan pihak terkait yang memberikan izin. Ia bahkan menyoroti kondisi pembatas area penonton yang disebut hanya menggunakan tali plastik, bukan pengaman yang memadai untuk mengantisipasi kendaraan keluar lintasan.
“Penyelidikan tidak boleh hanya mengincar driver-nya.”
Kini muncul pertanyaan penting: jika pembalap dimintai pertanggungjawaban, bagaimana dengan pihak yang memastikan standar keselamatan dan keamanan penonton sebelum balapan digelar?
Penyelidikan kepolisian diharapkan dapat mengungkap seluruh rangkaian kejadian dan pihak-pihak yang bertanggung jawab berdasarkan fakta serta bukti yang ditemukan. (*)

























