LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Bupati Sitti Husniah Talenrang dinilai tampil elegan di gedung DPRD Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada Rabu (12/8/2026).
Husniah Talenrang hadir dalam dalam Rapat Paripurna dengan agenda penetapan pendapat DPRD atas hasil tindak lanjut pansus hak angket.
Bahkan, Pakar Komunikasi Politik Universitas Hasanuddin, DR Hasrullah MA, menilai bupati Gowa itu setara dengan Marwah Daud Ibrahim sebagai tokoh perempuan yang berkecimpung di dunia politik “Tahan Banting”.
“Saya sedang tidak berada di Makassar, Melalui media sosial youtube, Saya menonton bagaimana bupati Gowa itu tampil dengan elegan ditengah hujan interupsi anggota DPRD,” ujar Hasrullah.
“Bayangin dia hanya seorang perempuan diatas podium digempur dengan segala tudingan yang sampai pada akhirnya pansus hak angket tidak dapat membuktikan salah satunya soal dugaan perselingkuhan misalnya,” tuturnya.
“Bupati Gowa ini mengingatkan saya dengan sosok tokoh perempuan hebat lainnya asal Sulsel, Marwah Daud. Ada yang membedakan keduanya soal pendidikan, Marwah itu jebolan Amerika sedangkan Husniah menyelesaikan pendidikannya di Makassar bahkan dari informasi pemberitaan yang saya dapat sebelumnya dia hanya seorang penata rias,” katanya.
“Tetapi saya melihat dipanggung besar politik yang namanya Pansus hak angket, Dia [Husniah] mampu menghadapi mayoritas anggota DPRD yang setujuh untuk dilakukan pemakzulan terhadap dirinya. Ia dalam pidatonya berhasil mengiris otak kiri dan kanan anggota DPRD Gowa, Kita lihat saja gimik para wakil rakyat usai bupati berpidato, Mereka menyalaminya sambil menunduk,” sambung Hasrullah.
“Jawaban dan diksi menunjukkan Husniah matang menghadapi tantang yang menjatuhkan wibawanya sebagai pemimpin perempuan,” beber pengajar di Universitas Hasanuddin Makassar ini.
“Diksi yang disampaikan bagaikan peluru panas bagi anggota pansus bahwa kelihatan marwahnya makin matang menghadapi eksploitasi diksi yang dianggap telah melakukan kesalahan.” lanjutnya.
“Pesan peluru panas yg digunakan bagaikan narasi segar didepan publik. Tak terkecuali para anggota pansus.”
“Tak kalah genting, para anggota terdiam seribu bahasa terhadap narasi sampaikan seperti yang saya lihat di video yang beredar di media sosial dan pemenang dalam diksi Husniah Talenrang,” Hasrullah. (LN)

























