Logis 08: Survei SMRC Bukan Cerminan Suara Rakyat, Diragukan Validitas dan Independensinya

0
Ket Foto: Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo, (Ist)*
Ket Foto: Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo, (Ist)*

JAKARTA – Ketua Umum LOGIS 08, Anshar Ilo, angkat bicara terkait hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan adanya penurunan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Survei SMRC yang dilakukan pada 5–19 Juli 2026 dan dipublikasikan pada akhir Juli mencatat tingkat kepuasan publik berada di angka 51,1 persen.

Menanggapi hal tersebut, Anshar Ilo mengaku mempertanyakan validitas sumber data dan independensi lembaga survei tersebut.

“Saya kira publik harus cermat dan berhati-hati menyikapi hasil survei seperti ini. Independensi lembaga surveinya patut dipertanyakan. Yang perlu dipertanyakan bukan hanya angkanya, tetapi juga sumber kevalidan data serta independensinya,” ujar Anshar di Jakarta, Sabtu (01/08).

Advertisement

Mantan Wakil Ketua Umum DPP KNPI itu menilai hasil survei tersebut belum tentu mencerminkan kondisi riil di tengah masyarakat. Menurutnya, temuan tersebut mengandung banyak kejanggalan sehingga layak dikritisi.

“Saya menduga temuan itu mengandung banyak kejanggalan dan berpotensi bukan merupakan gambaran pendapat publik yang sesungguhnya. Karena itu, hasilnya tidak layak langsung dipercaya tanpa dikaji secara kritis,” tegasnya.

Anshar mengatakan masyarakat tidak boleh menerima begitu saja setiap hasil survei yang beredar. Ia mendorong publik untuk melihat metodologi, jumlah responden, teknik pengambilan sampel, serta rekam jejak lembaga survei sebelum menjadikan hasil survei sebagai rujukan.

Menurutnya, berbagai program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih terus berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di berbagai daerah. Karena itu, ia menilai persepsi publik seharusnya tidak hanya diukur dari satu hasil survei.

“Kepercayaan masyarakat tidak bisa disimpulkan hanya dari satu survei. Banyak indikator lain yang harus dilihat secara objektif dan proporsional,” pungkas Anshar.

Advertisement