JAKARTA – Relawan Prabowo-Gibran (LOGIS 08) menyatakan dukungannya terhadap Presiden Prabowo Subianto apabila melakukan evaluasi maupun pergantian terhadap menteri yang dinilai tidak seirama dengan arah kebijakan dan agenda strategis pemerintahan.
Ketua Umum LOGIS 08, Anshar ILO, menegaskan bahwa soliditas kabinet merupakan prasyarat utama agar pemerintahan dapat bekerja secara efektif dalam merealisasikan berbagai program prioritas nasional. Menurutnya, setiap pembantu presiden harus memiliki visi, irama kerja, dan komitmen yang sama dalam mendukung kepemimpinan Presiden Prabowo.
“Presiden membutuhkan tim yang solid, fokus bekerja, serta mampu menjaga stabilitas pemerintahan. Jangan sampai agenda besar Presiden terganggu hanya karena munculnya polemik yang tidak perlu atau perbedaan sikap yang justru membingungkan publik,” ujar Anshar dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
Mantan Wakil Ketua Umum DPP KNPI itu menilai bahwa dalam sistem pemerintahan presidensial, menteri merupakan pembantu Presiden yang bertanggung jawab membantu pelaksanaan visi, misi, serta program kerja kepala negara. Karena itu, evaluasi terhadap kinerja kabinet merupakan hak prerogatif Presiden yang dijamin oleh konstitusi.
LOGIS 08 berpandangan bahwa setiap menteri semestinya lebih mengedepankan kerja nyata dibandingkan membangun narasi yang berpotensi menimbulkan kontroversi di ruang publik. Menurut organisasi tersebut, energi pemerintah seharusnya difokuskan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan dan energi, meningkatkan investasi, serta memastikan seluruh program strategis nasional berjalan optimal.
“Kami percaya Presiden Prabowo memiliki ukuran dan pertimbangan yang objektif dalam mengevaluasi para pembantunya. Apabila terdapat menteri yang tidak lagi mampu mengikuti ritme kerja Presiden atau justru menimbulkan kegaduhan yang mengganggu konsentrasi pemerintah, tentu Presiden memiliki kewenangan penuh untuk melakukan penyegaran kabinet demi kepentingan bangsa dan negara,” lanjutnya.
LOGIS 08 juga mengingatkan agar seluruh jajaran kabinet menjaga disiplin komunikasi publik sehingga tidak memunculkan persepsi adanya perbedaan arah kebijakan di internal pemerintahan. Menurut mereka, komunikasi yang selaras akan memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus memberikan kepastian bagi dunia usaha dan investor.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kembali menguatnya spekulasi publik mengenai kemungkinan evaluasi kabinet, meskipun pemerintah sebelumnya menyatakan bahwa pengangkatan maupun pemberhentian menteri sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden. (Setkab)
Di akhir pernyataannya, LOGIS 08 menegaskan akan terus mendukung setiap langkah Presiden Prabowo yang bertujuan memperkuat efektivitas pemerintahan, menjaga stabilitas nasional, dan memastikan seluruh agenda pembangunan dapat berjalan secara optimal demi terwujudnya Indonesia yang maju, berdaulat, dan sejahtera. (**)
























