LOGIS 08 Ingatkan Aksi Penolakan Kenaikan BBM Tetap Tertib dan Tidak Disusupi Kepentingan Tertentu

0
Ket Foto: Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo (Ist)*
Ket Foto: Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo (Ist)*

JAKARTA – Gelombang aksi mahasiswa yang menolak kebijakan kenaikan harga BBM mendapat perhatian dari kalangan relawan pendukung pemerintah.

Ketua Umum LOGIS 08, Anshar Ilo mengingatkan agar setiap penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib, damai, dan tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.

Menurut Anshar yang juga mantan Waketum DPP KNPI ini penolakan terhadap kebijakan pemerintah, termasuk terkait kenaikan BBM, merupakan bagian dari hak demokratis warga negara dan tradisi sikap kritis yang selama ini dijaga oleh mahasiswa.

Advertisement

“Mahasiswa memiliki peran penting sebagai kontrol sosial. Menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah adalah hal yang wajar dan merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Namun, aksi tersebut harus tetap dilakukan secara tertib, damai, dan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Anshar Ilo, Jumat (12/06).

Ia menegaskan bahwa kemurnian gerakan mahasiswa harus dijaga agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memiliki agenda lain di luar kepentingan rakyat dan mahasiswa.

“Jangan sampai gerakan yang lahir dari idealisme mahasiswa justru disusupi oleh kelompok tertentu yang ingin memperkeruh suasana atau menciptakan instabilitas nasional. Kemurnian gerakan mahasiswa harus tetap dijunjung tinggi,” tambahnya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Umum DPP Relawan Prabowo-Gibran LOGIS 08, Fuad B yang juga merupakan mantan Ketua Ikatan Lembaga Senat Mahasiswa Ilmu Sosial Politik Indonesia, mengingatkan bahwa kondisi global saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan sehingga seluruh elemen bangsa perlu menjaga stabilitas nasional.

Menurut Fuad, Indonesia selama ini telah berhasil melewati berbagai momentum politik dan sosial dengan tetap menjaga kondusivitas nasional. Karena itu, ia mengajak mahasiswa untuk tetap kritis namun tidak memberi ruang bagi pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi.

“Kita harus menyadari bahwa banyak kepentingan yang selalu mencermati dinamika nasional Indonesia. Setiap gejolak berpotensi dimanfaatkan untuk membangun polarisasi dan kegaduhan yang pada akhirnya dapat mengganggu stabilitas nasional,” kata Fuad.

Ia menilai kondisi yang tidak kondusif dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan publik terhadap pemerintah serta berpengaruh terhadap iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Jika stabilitas terganggu, dampaknya tidak hanya pada pemerintah, tetapi juga terhadap masyarakat luas. Investor bisa kehilangan kepercayaan dan pertumbuhan ekonomi dapat terhambat. Karena itu, semua pihak harus mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok,” ujarnya.

LOGIS 08 berharap seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa, tetap menjaga semangat demokrasi yang sehat dengan mengedepankan dialog, argumentasi, dan penyampaian aspirasi secara damai demi menjaga persatuan serta stabilitas nasional. (**)

Advertisement