Catatan Ketua PAN Sulut: Akhir dari Sebuah Perjuangan dan Penantian Panjang Akhirnya Berujung Jua

0
Ket Foto: Ketua DPW PAN Sulut, Muhammad Sukarno Hatta Binol (Ist)*
Ket Foto: Ketua DPW PAN Sulut, Muhammad Sukarno Hatta Binol (Ist)*

Catatan Ketua PAN Sulut: Akhir dari sebuah perjuangan dan penantian panjang akhirnya berujung jua.

Oleh: Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Utara, Mohammad Sukarno Hatta Binol.

Sore hari Minggu, 24 Mei, empat hari setelah bangsa ini memperingati peristiwa bersejarah tumbangnya Orde Baru pada Mei 1998, ingatan kita kembali melayang pada momentum yang telah mengubah arah perjalanan bangsa. Peristiwa itu selalu kita kenang dengan penuh penghormatan. Bahkan hingga hari ini, di depan Istana Negara masih sering terlihat aksi-aksi mengenang mereka yang gugur dalam perjuangan demokrasi. Pakaian hitam yang dikenakan menjadi simbol duka sekaligus pengingat bahwa masih ada hak dan keadilan yang terus diperjuangkan.

Advertisement

Cita-cita besar orang tua kepada anak-anaknya selalu diawali dengan harapan sederhana namun penuh makna. Kalimat yang sering kita dengar ketika seorang anak berangkat menuntut ilmu: “Sekolah atau kuliah yang baik. Orang tua hanya bisa berdoa dan berharap agar cepat selesai dan mendapatkan pekerjaan yang layak.”

Namun bagi sebagian keluarga, harapan itu pupus begitu saja. Sebongkah cita-cita dan doa lenyap ditelan sebutir timah panas yang hingga kini belum terungkap secara tuntas siapa pelakunya. Meskipun pemerintah pernah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), jawaban yang dinantikan keluarga korban tak kunjung datang. Yang tersisa hanyalah mata yang sembab oleh tangis dan penantian yang tak berujung.

Kita tentu tidak sedang meratapi masa lalu tanpa kepastian. Namun mengenang peristiwa yang telah mengubah sejarah bangsa adalah sebuah kewajaran. Sejarah merupakan bagian dari rasa dan intelektualitas kita sebagai bangsa untuk terus memperbaiki negeri ini.

Dalam konteks itulah, kami sebagai kader Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Utara, khususnya dari Bolaang Mongondow Raya (BMR), merasakan semangat sejarah yang kembali berulang ketika saudaraku Ashabul Kahfi, selaku Bapilu PAN Sulawesi sekaligus Ketua DPW PAN Sulawesi Selatan, menyampaikan bahwa amanah Ketua DPW PAN Sulawesi Utara diberikan kepada saudaraku Mohammad Sukarno Hatta Binol. Amanah tersebut merupakan perintah langsung dari Ketua Umum Partai Amanat Nasional, saudaraku Zulkifli Hasan.

Tepuk tangan dan sorak gembira para pimpinan harian wilayah, ketua-ketua DPD, serta kader yang hadir seakan tak lagi terbendung. Yel-yel perjuangan menggema memenuhi ruangan:

“Kader… Siap! PAN… Menang!”

“Kader PAN… Siap Menang!”

“Satu Komando… Zulkifli Hasan!”

Saat amanah itu diterima, ingatan kami kembali pada sejarah para pendiri dan penggerak awal PAN di Sulawesi Utara, termasuk almarhum JA Damopoli yang pernah menjadi salah satu tokoh penting PAN Sulut. Hari ini, sejarah itu seakan berulang.

Kemudi Partai Amanat Nasional Sulawesi Utara kembali berada di tangan putra terbaik BMR, Mohammad Sukarno Hatta Binol. Berbagai keluh kesah, perjuangan, soliditas, keraguan, akses yang terbatas, diskusi panjang, hingga kegelisahan yang membuat kami terjaga sampai dini hari telah menjadi bagian dari perjalanan ini.

Syukur alhamdulillah, harapan itu kini telah menjadi fakta sejarah.

Hari ini kita diberi kesempatan untuk menulis lembaran baru. Sebuah harapan besar tumbuh di hati seluruh kader agar PAN Sulawesi Utara semakin kuat, semakin solid, dan mampu mengukir prestasi politik yang lebih baik, termasuk menghadirkan wakil-wakil terbaik di Senayan.

Berulangnya sejarah adalah sebuah keniscayaan. Dan kita semua, apabila diberikan umur panjang, kesehatan, serta kejernihan akal dan pikiran, insya Allah akan menjadi bagian dari para pembuat sejarah berikutnya pada 2029 dan 2031.

Semoga Allah SWT senantiasa meridhai setiap langkah perjuangan kita.

Salam perjuangkan..!

Advertisement