JAKARTA – Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo mengusulkan agar sebagian besar dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditempatkan dan dikelola di lingkungan sekolah masing-masing penerima manfaat, khususnya untuk siswa dan pelajar.
Menurut Anshar Ilo yang juga mantan Wakil Ketua Umum DPP KNPI model dapur berbasis sekolah akan memberikan banyak keuntungan dibandingkan sistem dapur terpusat yang harus melayani banyak sekolah sekaligus.
“Logis 08 mengusulkan agar sebagian besar dapur MBG dibangun dan dioperasikan di sekolah-sekolah penerima manfaat. Selain lebih dekat dengan siswa, model ini akan meningkatkan efektivitas distribusi, pengawasan, dan kualitas makanan yang diberikan,” ujar Anshar Ilo, Rabu (10/06).
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah alasan penting mengapa dapur berbasis sekolah layak dipertimbangkan pemerintah dan Badan Gizi Nasional (BGN).
Pertama, makanan dapat disajikan dalam kondisi lebih segar karena tidak membutuhkan waktu distribusi yang panjang. Dengan demikian kualitas gizi dan kebersihan makanan lebih terjamin.
Kedua, biaya distribusi dan transportasi dapat ditekan secara signifikan. Selama ini, sebagian anggaran juga terserap untuk pengiriman makanan dari dapur pusat ke berbagai sekolah yang jaraknya cukup jauh.
Ketiga, pengawasan menjadi lebih mudah karena pihak sekolah, komite sekolah, orang tua murid, hingga pemerintah daerah dapat ikut mengontrol proses penyediaan makanan.
“Semakin dekat dapur dengan penerima manfaat, semakin mudah pengawasannya. Potensi penyimpangan, pengurangan kualitas bahan baku, maupun keterlambatan distribusi bisa diminimalisir,” tegas Eks Aktivis HMI ini.
Keempat, program ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar. Kebutuhan tenaga masak, petugas kebersihan, hingga pemasok bahan pangan lokal dapat memberdayakan ekonomi masyarakat setempat.
Kelima, risiko makanan basi atau rusak akibat perjalanan distribusi yang panjang dapat dihindari. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan para siswa sebagai penerima manfaat utama program MBG.
Anshar menilai konsep dapur sekolah juga sejalan dengan semangat gotong royong dan pemberdayaan komunitas lokal yang selama ini menjadi bagian dari cita-cita pembangunan nasional.
Meski demikian, Logis 08 tetap mendorong pemerintah melakukan kajian teknis secara matang, terutama bagi sekolah yang memiliki keterbatasan lahan dan sarana pendukung.
Untuk wilayah tertentu, model dapur bersama atau dapur terpusat masih dapat diterapkan sesuai kebutuhan.
“Yang terpenting adalah bagaimana program MBG benar-benar memberikan manfaat maksimal kepada siswa, tepat sasaran, transparan, dan efisien dalam penggunaan anggaran negara,” pungkas Anshar Ilo. (**)
























