JAKARTA – Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo, mengingatkan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk menjaga kepercayaan dan amanah yang diberikan Presiden Prabowo Subianto serta rakyat Indonesia. Pesan tersebut disampaikan menyusul pencopotan tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung.
Anshar Ilo menilai langkah tegas Presiden Prabowo merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga integritas dan memastikan tidak ada penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan uang negara.
“Presiden Prabowo telah menunjukkan bahwa tidak ada toleransi terhadap siapa pun yang menyalahgunakan amanah rakyat. Ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pejabat negara agar bekerja secara profesional, jujur, dan bertanggung jawab,” kata Anshar Ilo, Rabu (03/06).
Menurutnya, kasus yang menimpa mantan pimpinan BGN harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh kementerian dan lembaga negara agar senantiasa menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.
“Kepercayaan Presiden dan rakyat Indonesia adalah amanah yang harus dijaga. Jangan sampai terulang lagi kasus seperti yang terjadi di BGN. Setiap pejabat harus menyadari bahwa jabatan adalah pengabdian, bukan kesempatan untuk mencari keuntungan pribadi,” tegasnya.
Anshar juga mengapresiasi sikap Presiden Prabowo yang tidak ragu mengambil tindakan terhadap pejabat yang dinilai tidak mampu menjaga integritas lembaga yang dipimpinnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mencopot Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, serta dua wakil kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya. Ketiganya kemudian ditetapkan sebagai tersangka dalam penyidikan dugaan korupsi terkait tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Kejaksaan Agung.
Bagi Logis 08, langkah tersebut sekaligus membuktikan bahwa pemerintahan Prabowo berkomitmen menegakkan prinsip pemerintahan yang bersih dan tidak memberikan ruang bagi praktik penyimpangan yang merugikan negara maupun masyarakat.
“Pesan Presiden sudah sangat jelas, uang rakyat tidak boleh dicuri oleh siapa pun. Karena itu seluruh jajaran Kabinet Merah Putih harus menjaga kepercayaan tersebut dengan bekerja secara bersih, profesional, dan berorientasi pada kepentingan rakyat,” tutup Anshar.
























