Musda Golkar Sulsel Tertunda Lagi, Dr. Hasrullah sebut “Bahlil” sama Saja Bikin Dosa Politik di Sulsel

0
FOTO: Hasrullah, Dosen Komunikasi Fisip Unhas
FOTO: Hasrullah, Dosen Komunikasi Fisip Unhas

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Pakar Komunikasi Politik Universitas Hasanuddin, DR Hasrullah MA, menyayangkan masih tertundanya Musyawarah Daerah (Musda) ke XI Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel).

Menurut pakar komunikasi politik Universitas Hasanuddin (Unhas) ini tiga nama calon ketua golkar Sulsel sudah teruji kematangan politiknya.

“Kan ada tiga calon ketua DPD I ada nama APPI, IAS dan Andi Ina mereka sudah teruji kematangan berpolitiknya,” ujar pakar komunikasi politik Unhas ini Selasa (2/6).

Advertisement

“Andi Ina misalkan kematangan politiknya sudah jelas. Pernah memimpi legislatif dan pada Pilkada 2024 lalu terpilih menjadi kepala daerah,” tutur Hasrullah.

“Kemudian ada APPI [Munafri Arifiddin], Sudah teruji secara politik. Dia sempat bertarung hingga tiga kali di Pilkada, dua kali mengalami kekalahan yang dialaminya, Munafri tetap maju. Dan saat memimpi golkar makassar APPI terpilih sebagai wali kota Makassar,” terang Hasrullah.

“Lalu ada nama Ilham Arief Sirajuddin [IAS]. Ia adalah kader senior parti golkar, Pernah dua periode menjadi wali kota dan membawa partai golkar memperoleh kursi terbanyak di DPRD Makassar,” terang dosen pengantar ilmu komunikasi dan politik Universitas Hasanuddin ini.

Dikatakannya, Ketua Umum DPL Partai Golkar, Bahlil Ladahalia tidak untuk menunda-nunda pelaksanaan Musda golkar Sulsel.

“Tidak ada lagi alasan menunda-nunda Musda Golkar, Jangan bikin ketiga calon ini terkatung-katung sebabkan tidak jelasnya pelaksanaan musyawarah daerah,” katanya.

“Ini sama halnya, Bahlil bikin dosa politik di sulawesi selatan,” pungkas Hasrullah.

Advertisement