Oleh: Makmur Idrus, Mantan Ketua PC GP Ansor Makassar 1990-2005 dan Sekertaris PW GP. Ansor Sulsel 2003-2007
LEGIONNEWS.COM – OPINI, Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Pemuda Ansor Kota Makassar merupakan momentum penting dalam perjalanan organisasi. Forum ini bukan sekadar memilih ketua baru atau menyusun kepengurusan baru, tetapi juga menjadi ruang evaluasi, konsolidasi, dan perumusan arah perjuangan organisasi untuk masa depan.
Di tengah dinamika sosial, politik, dan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat, GP Ansor dituntut untuk terus melakukan pembaruan tanpa kehilangan akar sejarah dan jati dirinya sebagai organisasi kader Nahdlatul Ulama.
Karena itu, Konfercab harus ditempatkan sebagai forum strategis yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga kesinambungan tradisi organisasi.
Menjelang Konfercab kali ini, terdapat satu hal penting yang patut menjadi bahan refleksi bersama, yakni sejarah panjang GP Ansor Makassar. Berbagai dokumen dan arsip yang mulai ditemukan menunjukkan bahwa aktivitas organisasi GP Ansor di Makassar telah berlangsung sejak dekade 1950-an.
Bahkan terdapat Surat Keputusan Komisariat Wilayah GP Ansor Sulawesi tertanggal 23 Juni 1956 yang menunjukkan keberadaan struktur organisasi GP Ansor di wilayah Kabupaten Makassar pada masa itu.
Fakta sejarah tersebut menegaskan bahwa GP Ansor Makassar bukanlah organisasi yang lahir kemarin sore. Ia tumbuh melalui proses panjang yang dibangun oleh generasi demi generasi kader yang mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktunya demi organisasi serta perjuangan Ahlussunnah wal Jamaah.
Dalam perjalanan panjang tersebut, dinamika organisasi tentu mengalami pasang surut. Ada masa perkembangan yang sangat pesat, namun terdapat pula periode-periode ketika aktivitas organisasi tidak terdokumentasi secara utuh atau mengalami kevakuman.
Kondisi demikian merupakan hal yang lazim dalam organisasi kemasyarakatan yang telah berusia puluhan tahun. Yang lebih penting saat ini bukan mencari kesalahan masa lalu, melainkan menyusun kembali mata rantai sejarah yang sempat terputus agar menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya.
Berdasarkan berbagai catatan yang berhasil dihimpun, Konferensi Cabang GP Ansor Makassar tercatat pernah dilaksanakan antara lain Konfercab ke-X tahun 1994 di Aula Masjid Raya Makassar yang menghasilkan kepengurusan Najamuddin Jarre sebagai Ketua dan Makmur Idrus sebagai Sekretaris untuk masa khidmat 1994–1999.
Selanjutnya Konfercab ke-XI tahun 1999 di Hotel Berlian Makassar menetapkan Makmur Idrus sebagai Ketua dan M. Rais Samad sebagai Sekretaris untuk masa khidmat 1999–2005.
Kemudian Konfercab ke-XII tahun 2005 menetapkan M. Nasrun sebagai Ketua dan Arman Nurdin sebagai Sekretaris untuk masa khidmat 2005–2009.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa penomoran Konfercab pada masa lalu telah berjalan hingga angka dua belas. Karena itu, apabila terdapat perbedaan penyebutan nomor Konfercab pada periode-periode berikutnya, hal tersebut sebaiknya dipandang sebagai bagian dari kebutuhan penataan dan verifikasi sejarah organisasi yang perlu dilakukan secara bersama-sama dan objektif.
Sejarah organisasi harus ditulis berdasarkan data, arsip, dan fakta, bukan semata-mata berdasarkan ingatan.
Oleh sebab itu, salah satu agenda penting yang perlu dipikirkan oleh kepengurusan mendatang adalah melakukan rekonstruksi sejarah GP Ansor Makassar secara lebih sistematis. Pengumpulan arsip, pendokumentasian kepemimpinan dari masa ke masa, pendataan alumni kader, hingga pembangunan pusat dokumentasi organisasi menjadi kebutuhan yang semakin mendesak.
Selain aspek sejarah, persoalan kaderisasi harus tetap menjadi prioritas utama. Ansor tidak boleh hidup hanya menjelang konferensi atau menjelang pemilihan ketua. Organisasi harus hadir setiap saat melalui pengkaderan berjenjang, penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah, pengembangan ekonomi kader, serta keterlibatan aktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.
Tantangan generasi muda saat ini jauh berbeda dibandingkan masa sebelumnya. Era digital menghadirkan peluang besar sekaligus ancaman yang tidak ringan. Arus informasi yang sangat cepat sering kali melahirkan polarisasi, hoaks, dan berbagai bentuk disinformasi.
Dalam situasi demikian, Ansor harus tampil sebagai kekuatan moderasi yang mampu menjaga persatuan, memperkuat nilai kebangsaan, serta menjadi jembatan dialog di tengah masyarakat.
Ke depan, GP Ansor Makassar juga harus memperluas kiprahnya pada bidang pendidikan, ekonomi, lingkungan hidup, ketahanan pangan, teknologi informasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Organisasi tidak cukup hanya dikenal melalui kegiatan seremonial, tetapi harus mampu menghadirkan program nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh kader dan masyarakat.
Konfercab juga hendaknya menjadi ajang adu gagasan, bukan sekadar adu dukungan. Kader-kader terbaik perlu diberikan ruang untuk memaparkan visi, misi, dan program kerja secara terbuka sehingga yang terpilih nantinya benar-benar memperoleh legitimasi moral dan organisatoris yang kuat.
Yang tidak kalah penting adalah menjaga ukhuwah di antara seluruh kader. Perbedaan pilihan dalam konferensi merupakan sesuatu yang wajar dan bahkan sehat dalam kehidupan organisasi. Namun setelah proses selesai, seluruh kader harus kembali bersatu membangun Ansor.
Jangan sampai konferensi yang seharusnya menjadi sarana penguatan justru meninggalkan luka dan perpecahan yang berkepanjangan.
Akhirnya, menjelang Konfercab GP Ansor Makassar, seluruh kader perlu menyadari bahwa jabatan hanyalah amanah yang bersifat sementara. Yang akan dikenang oleh sejarah bukanlah siapa yang paling lama memegang kekuasaan, melainkan siapa yang paling besar pengabdiannya bagi organisasi, agama, bangsa, dan masyarakat.
Konfercab akan berlalu, kepengurusan akan berganti, tetapi sejarah akan terus mencatat. Karena itu, mari menjadikan Konfercab sebagai momentum menjaga warisan para pendahulu, memperkuat kaderisasi, merawat persaudaraan, serta menata masa depan GP Ansor Makassar yang lebih bermartabat, progresif, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai Nahdlatul Ulama.
























