GRIB Jaya Geruduk Rumah Penulis Buku ‘Gibran The Next President’

0
FOTO: Ahmad Bahar (Tengah) penulis buku sekaligus tiktokker, 'Gibran The Next President', [Youtube]
FOTO: Ahmad Bahar (Tengah) penulis buku sekaligus tiktokker, 'Gibran The Next President', [Youtube]

LEGIONNEWS.COM – BEKASI, Belasan orang yang mengaku anggota ormas GRIB Jaya pada Minggu (17/5/2026) lalu. Mendatangi rumah penulis buku, ‘Gibran The Next President’, Ahmad Bahar, di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Rombongan tersebut datang sekitar pukul 14.00 WIB dengan tujuan mencari keberadaan Ahmad Bahar di rumahnya.

Namun, karena Ahmad Bahar tidak ada di rumah, rombongan pria itu akhirnya membawa seorang putrinya yang berusia 33 tahun yang saat itu berada di rumah.

Advertisement

Istri Ahmad Bahar, Yenni Nur, menceritakan bahwa putrinya dipaksa ikut ke kantor GRIB Jaya agar Ahmad Bahar mau datang dan menemui Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall atau Hercules.

“Kemarin jam 14.00 WIB, di rumah cuma ada anak-anak saya, mereka nyari suami saya enggak ada, akhirnya anak saya dipaksa ikut biar suami saya nemuin Hercules di markasnya,” kata Yenni dikutip dari Kompas.com melalui telepon, Senin (18/5/2026).

Saat rumahnya digeruduk, Yenni sedang berada di luar kota, sementara suaminya sedang dalam perjalanan untuk menyerahkan buku kepada Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan.

Saat itu, ia mendapat laporan dari sang anak bahwa ada banyak pria tak dikenal yang mendatangi rumahnya.

“Saya terputus kontak sama suami, dia tidak bisa dihubungi handphone-nya,” ujar Yenni.

Ia menyebut rombongan pria anggota GRIB Jaya itu bahkan memaksa masuk dan menggeledah seisi rumah untuk mencari keberadaan Ahmad Bahar.

Padahal, di dalam rumah hanya ada tiga orang anaknya.

Meski tidak menemukan Ahmad, rombongan tersebut menolak untuk membubarkan diri.

“Yang dicari Pak Ahmad, terus sampai anak saya dibawa itu untuk jadi sandera kalau Pak Ahmad belum nemuin mereka, gitu loh. Jadi disuruh datang dulu baru anak saya dipulangin, mana itu pas hari ulang tahun anak saya, sedih,” ucap dia.

Ahmad Bahar Alumni Fakultas Sastra dan Kebudayaan UGM

Ahmad Bahar bukanlah nama baru di dunia penulisan. Ia merupakan lulusan Fakultas Sastra dan Kebudayaan, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Keterampilannya merangkai kata semakin terasah ketika ia bergabung dengan Lembaga Pelatihan Pena Writing School (PWS).

Sebagai penulis profesional, Bahar dikenal sangat produktif. Ia tercatat telah menelurkan ratusan karya tulis, mulai dari biografi tokoh politik hingga petinggi kepolisian.

Beberapa karyanya yang mengulas kepemimpinan polisi antara lain “Timur Pradopo: Memberi Keteladanan Menuai Kearifan” dan “Oegroseno: Menjadi Polisi Untuk Mengabdi”, serta “Belajar Mentertawakan Diri Sendiri: Untung S Radjab”.

Penulis Buku Tokoh Bangsa hingga ‘Gibran The Next President’

Kemampuan Bahar dalam membaca arah politik dan menuliskannya menjadi buku patut diperhitungkan. Ia pernah menulis biografi untuk tokoh-tokoh ring satu nasional, sebut saja “Biografi Kyai Politik Abdurrahman Wahid” dan “Biografi Politik Megawati Soekarnoputri”.

Ia juga berada di balik buku fenomenal “Sembilan Alasan Memilih JOKOWI JEKA”. Salah satu karyanya yang paling menyita perhatian adalah “Gibran The Next President”.

Menariknya, insting politik Bahar sudah berjalan jauh sebelum Gibran Rakabuming Raka resmi berlaga di kontestasi Pilpres.

Buku tersebut ditulis ketika putra sulung Presiden Jokowi itu masih dalam proses pencalonan sebagai Wali Kota Solo pada 2024 lalu.

Selain itu, ia juga pernah menulis karya “Wawancara Imajiner Dengan Anies Baswedan Presiden 2024”.

Reputasi elitenya sebagai penulis biografi tokoh nasional kini harus berbenturan dengan realitas keras di media sosial. Perseteruannya dengan GRIB Jaya bermula dari konten-konten di akun TikTok miliknya, @pecimiringg_.

Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual, menegaskan bahwa kedatangan anggota Satgas ke rumah Bahar bukanlah bentuk intimidasi atau pengepungan, melainkan upaya tabayun (klarifikasi) secara persuasif.

Pihak GRIB Jaya menilai video yang diunggah Bahar memuat tantangan, fitnah, dan narasi ofensif yang merendahkan martabat Ketua Umum mereka, Hercules Rosario Marshal.

GRIB Jaya juga membantah tegas adanya isu penyanderaan anak perempuan Bahar yang berusia 33 tahun, dengan mengklaim bahwa seluruh proses di lapangan dikawal oleh Ketua RW dan aparat kepolisian setempat.

Meski sempat menyayangkan absennya Ahmad Bahar saat kedatangan satgas, pihak GRIB Jaya mengaku telah mengantongi bukti digital terkait dugaan doxing dan intimidasi siber.

Berakhir Damai

Meski sempat memanas dan viral dengan berbagai narasi spekulatif, insiden ini akhirnya menemui titik terang. Kapolsek Cimanggis, Kompol Jupriono, mengonfirmasi bahwa persoalan antara Ahmad Bahar dan GRIB Jaya tidak berbuntut panjang.

Meski sempat memanas dan viral dengan berbagai narasi spekulatif, insiden ini akhirnya menemui titik terang. Kapolsek Cimanggis, Kompol Jupriono, mengonfirmasi bahwa persoalan antara Ahmad Bahar dan GRIB Jaya tidak berbuntut panjang.

Kedua belah pihak telah bertemu dan menyelesaikan kesalahpahaman ini secara kekeluargaan melalui mediasi yang difasilitasi di Polres Metro Depok. (*)

Advertisement