JAKARTA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat persatuan sekaligus mendorong terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur.
Pesan tersebut turut disampaikan Ketua Umum LOGIS 08 sekaligus Ketua Umum Pemuda Solidaritas Merah Putih, Anshar Ilo, melalui ucapan Dirgahayu Republik Indonesia yang mengangkat tema resmi HUT ke-81 RI, yakni “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
“Kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi kerja nyata negara dalam menghadirkan kesejahteraan, kedaulatan ekonomi, pemerataan pembangunan dan perlindungan terhadap rakyat,” kata Anshar, Minggu (16/08).
Pesan itu dinilai sejalan dengan substansi pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI pada 14 Agustus 2026.
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa negara harus memudahkan rakyat, bukan justru mempersulit. Presiden juga mengingatkan agar birokrasi tidak menjadi penghambat pelayanan publik dan meminta pemerintah pusat maupun daerah benar-benar mendengar suara rakyat.
“Gagasan tersebut sebagai bagian dari makna kemerdekaan yang substantif. Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur tidak hanya diukur dari kekuatan politik, tetapi juga dari kemampuan negara mengelola kekayaan nasional untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat,” ujar Mantan Waketum DPP KNPI Ini.
Dalam pidato yang sama, Prabowo menyoroti pentingnya kedaulatan pangan. Presiden menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan dan menargetkan peningkatan kemandirian pangan pada komoditas yang masih bergantung pada impor.
“Dengan semangat “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, kami mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan 17 Agustus sebagai momentum memperkuat persatuan, menjaga kedaulatan bangsa dan bersama-sama mendorong Indonesia menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera, pungkas Anshar.
“Karena itu, momentum 81 tahun Indonesia merdeka menjadi ajakan bagi seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan sekaligus memperkuat kerja nyata,” tuturnya. (**)

























