
LEGIONNEWS.COM – MAROS, Pesawat CASA TNI milik TNI Angkatan Laut tergelincir di runaway 21 Bandara Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan. Selasa (24/8/2026).
Dari video yang beredar, nampak pesawat berwarna abu-abu itu dalam posisi melintang ke tepi runway.
Terkait peristiwa naas itu, Awak media menghubungi Dinas Penerangan (Dispen) Kodaeral Lantamal VI Makassar.
Namun, Mayor Suparman Sulo, Kepala Dispen Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) belum memberikan keterangan resminya kepada awak media.
Untuk diketahui pesawat CASA TNI AL di bandara internasional Sultan Hasanuddin, Maros itu adalah pesawat angkut taktis ringan bermesin turboprop ganda yang diproduksi bersama oleh pabrikan Spanyol CASA dan PT Dirgantara Indonesia (PT DI).
Informasi yang berhasil dihimpun pesawat tersebut berada di runaway 21 diujung landasan pacu dengan arah 210 derajat atau sisi barat daya, berada diantara Kecamatan Mandai dan kecamatan Bantimurung.
Diarea ini juga dikenal sangat terlarang (safety area) 90 m X 60 M yang harsu steril dari bangunan maupun pohon ketinggian.
Sejauh ini, belum diketahui dengan pasti penyebab pesawat ini tergelincir.
Sehari sebelumnya, Pesawat tempur milk TNI AU mengalami hal yang sama. Satu unit pesawat tempur Sukhoi Su-30MK2 yang bermarkas di Lanud Hasanuddin Makassar tergelincir di ujung landasan pacu pesawat. Senin (24/8/2206)
Pesawat tempur buatan Rusia itu jadi perhatian para pengendara yang melintas di jalan poros nasional di kabupaten Maros, Senin siang (24/8/2026).
Pesawat tempur tersebut terlihat berada di area rerumputan setelah mengalami insiden di sekitar Runway 13.
Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) menyampaikan klarifikasi resmi terkait insiden minor yang melibatkan satu unit pesawat tempur tersebut.
Dalam rilis tersebut disebutkan pesawat Sukhoi Su-30MK2 saat menjalani tahapan pengujian di Lanud Sultan Hasanuddin, Maros.
Klarifikasi Resmi Dispenau TNI Angkatan Udara menyampaikan bahwa telah terjadi insiden dalam rangkaian test flight pesawat tempur Sukhoi Su-30MK2 setelah menyelesaikan overhaul atau pemeliharaan tingkat berat.
Dalam rangkaian test flight tersebut, pesawat melaksanakan tahapan pemeriksaan simulasi take off di landasan.
Saat melaksanakan pengereman, terjadi kendala teknis pada sistem pengereman yang tidak berfungsi secara maksimal.
Hal ini menyebabkan pesawat tempur Sukhoi Su-30MK2 meluncur melebihi batas penghentian normal hingga tergelincir keluar sejauh 30 meter dari batas ujung Runway 13 Lanud Sultan Hasanuddin Maros.
Pesawat dan seluruh awak dalam kondisi aman tanpa cedera sedikit pun. Sistem keselamatan standar penerbangan militer berfungsi dengan baik dalam meminimalkan dampak insiden.
Selanjutnya, pesawat telah berhasil ditarik menuju hanggar perawatan untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh, evaluasi teknis, serta perbaikan sistem pengereman sebelum disiapkan untuk melaksanakan tahapan uji terbang berikutnya. (*)























