Trauma Masa Lalu dan Tak Mau Ambil Resiko, Pengurus KONI Makassar Mundur Berjamaah

0
FOTO: Gedung Sekretariat KONI Kota Makassar. (Istimewa) 
FOTO: Gedung Sekretariat KONI Kota Makassar. (Istimewa) 

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Empat pengurus aktif dari struktur kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar periode 2025-2029 dikabarkan mundur.

Informasi yang berhasil dihimpun awak media mereka diantaranya, Sekertaris KONI Kota Makassar Iqbal Djalil.

Selain Iqbal, Wakil Sekretaris KONI Makassar Queensyah Azahrah Kirana Siliwangi juga kabarnya mengundurkan diri dari kepengurusan.

Advertisement

Selain itu ada Ketua Bidang Pendidikan dan Penataran Andi Yasin Iskandar. Kemudian Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Arianto Najib.

Saat dikonfirmasi Irwan Ali Kamis (14/5), salah satu pengurus bidang organisasi KONI Makassar mengatakan saat ini pihaknya sedang melaksanakan rapat.

“Iye lagi rapatka dulu pak [wartawan]” tulis Irwan Ali lewat pesan WhatsApp miliknya. Kamis siang.

Irwan membenarkan keempat pengurus teras KONI Makassar mengundurkan diri.

“Iya benar,” benar singkatnya.

Kabar yang didapatkan, Mundur berjamaah nya pengurus KONI Makassar disebabkan trauma masa lalu.

Mundurnya empat pengurus teras KONI Makassar tak ingin bermasalah dengan hukum seperti yang pernah dialami pengurus periode sebelumnya.

Mereka mundur terkait dengan pengelolaan anggaran di KONI Makassar yang dianggap terlalu membahayakan.

Informasi yang berkembang menyebutkan, pengunduran diri tersebut dipicu berbagai faktor, mulai dari alasan pribadi hingga perbedaan pandangan dalam internal organisasi.

Sejumlah pemerhati olahraga menilai kondisi tersebut perlu segera disikapi secara bijak dan terbuka agar tidak memengaruhi stabilitas organisasi maupun program pembinaan atlet.

“Situasi ini tentu menjadi perhatian bersama. KONI harus tetap solid karena pembinaan atlet dan agenda olahraga daerah tidak boleh terganggu,” ujar salah satu pemerhati olahraga di Makassar.

Ia juga berharap jajaran pimpinan KONI Makassar segera melakukan konsolidasi internal guna menjaga kepercayaan publik serta memastikan roda organisasi tetap berjalan optimal.

Di sisi lain, sejumlah cabang olahraga berharap dinamika yang terjadi tidak berdampak terhadap dukungan pembinaan, pelaksanaan program kerja, maupun persiapan menghadapi event olahraga tingkat regional dan nasional.

“Olahraga membutuhkan stabilitas organisasi. Jangan sampai atlet menjadi pihak yang terdampak dari dinamika internal,” tambahnya. (LN)

Advertisement