
LEGIONNEWS.COM – FAKFAK, Pengembangan komoditas pala di kawasan transmigrasi Kampung Weri-Saharey, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, terus dikembangkan agar tidak berhenti pada produksi bahan mentah.
Tim 15 Ekspedisi Patriot Unhas mendorong penguatan pengolahan pascapanen, pemanfaatan limbah pala, hingga pengembangan sistem pemasaran yang dapat meningkatkan nilai tambah dan posisi tawar petani.
Upaya tersebut dibahas dalam Forum Group Discussion (FGD) yang mempertemukan masyarakat kawasan transmigrasi dengan Tim 15 Ekspedisi Patriot Unhas. FGD mengangkat topik “Implementasi Agroindustri Pala Terintegrasi: Pembangunan Sarana Pascapanen dan Pengolahan Biomassa untuk Energi Terbarukan.”
Diskusi dipandu oleh Muh. Alif Fajrin Akbar sebagai moderator, yang memberi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kondisi, kebutuhan, sekaligus gagasan pengembangan komoditas pala di wilayah Weri-Saharey.
Kepala Distrik Fakfak Timur, Gani Samai, mengapresiasi penerimaan masyarakat Kampung Weri-Saharey terhadap pelaksanaan program Ekspedisi Patriot. Ia berharap masyarakat dapat terbuka dan memberikan informasi secara apa adanya kepada para anggota Tim Ekspedisi Patriot selama program berlangsung.
“Yang paling penting adalah keterbukaan masyarakat. Sampaikan apa adanya dan sejujur-jujurnya agar program yang dijalankan dapat benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Gani.
Salah satu hasil penting FGD adalah kesepakatan mengenai pengelolaan alat uji coba pengering pala. Alat tersebut nantinya akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam), yang akan memastikan pemanfaatan, pemeliharaan, dan keberlanjutan dalam penggunaannya.
Pengelolaan di tingkat kampung membuka peluang untuk pemanfaatan langsung oleh masyarakat dan kelompok tani.
Selain membahas pengolahan hasil utama, FGD juga mengidentifikasi potensi pemanfaatan limbah pala yang selama ini belum optimal, salah satunya adalah cangkang pala, yang selama ini sebagian besar dibuang atau dimanfaatkan secara sederhana sebagai bahan pengasapan.
Melalui pendekatan agroindustri terintegrasi, masyarakat didorong untuk mengolah limbah tersebut menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi, antara lain briket biomassa dan biochar.
Pendekatan ini berpotensi mengurangi limbah produksi, sekaligus membuka peluang diversifikasi usaha masyarakat, sekaligus mendukung pengembangan energi terbarukan berbasis potensi lokal.
Persoalan lain yang mengemuka dalam diskusi adalah rantai pemasaran komoditas pala. Masyarakat berharap BUMKam dan koperasi desa (Kopdes) dapat dikembangkan sebagai lembaga yang berperan dalam pengelolaan dan pemasaran hasil pala. Model tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap penjualan bahan mentah secara langsung kepada pengepul.
Dengan sistem pemasaran secara kolektif, hasil produksi petani diharapkan dapat dihimpun, dikelola, dan dipasarkan dengan mekanisme yang lebih terorganisasi. Langkah ini juga diarahkan untuk memperkuat posisi tawar petani dan meningkatkan nilai ekonomi yang diterima masyarakat dari komoditas pala.
Pengembangan agroindustri pala dengan demikian tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup aspek pascapanen, pemanfaatan biomassa, kelembagaan, hingga pemasaran.
Tim 15 Ekspedisi Patriot Unhas diharapkan dapat terus memainkan peran sebagai jembatan antara masyarakat, kelompok tani, lembaga kampung, dan pemerintah daerah. Sehingga, gagasan yang berkembang tidak berhenti sebagai hasil diskusi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui pendampingan dan koordinasi secara berkelanjutan.
Pengembangan agroindustri pala terintegrasi di Weri-Saharey diharapkan menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendorong kawasan transmigrasi berkembang berdasarkan potensi lokal yang dimilikinya.
FGD yang berlangsung di Kantor Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Papua Barat pada 6 September 2026 ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, yaitu:
Perwakilan Kelompok Tani (Poktan):
- Ahir Samai (Poktan Rangkum Saharey),
- Marsan S (Poktan Rangkum Saharey),
- Dahlan (Poktan Pancoran Saharey),
- Sakariah Bogar (Poktan Kaditru Padi Weri),
- Markus F. Lewor (Poktan Kaditru Padi Weri),
- Anafia (Poktan Gacor Saharey),
- Hengki (Poktan Pala Weri),
- Samad Rumain (Poktan Sanaha Saharey),
- Marlin K (Poktan Kaditru Sayur Weri),
- Halik Samai (Poktan Kirakamaya Saharey),
- Nasrun D (Poktan Parikmimir Saharey),
- Robert Fuad (Poktan Anggrek Weri).
Kelembagaan Desa:
- Yosua F (Ketua BUMKam Weri),
- Yusuf P. Bugis (Ketua Kopdes Saharey),
- Emiliaf (Ketua Kopdes Weri).
Tokoh Pemuda:
- Irsan Lahapo (Ketua Pemuda Kampung Weri)
- Hari S. Rumain (Sekretaris Pemuda Kampung Saharey).
Aparat Keamanan:
- Arsan (Babinsa Koramil 1803-03/Fakfak Timur)
- Irianto Uran (Bhabinkabtibmas Polsek Weri). (*/tep15)
























