Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Parepare, Andi Muzakkir Aqil Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan di Bulan Ramadan

0
FOTO: Anggota MPR RI sekaligus anggota Komisi XII DPR RI dari Partai Demokrat, Andi Muzakkir Aqil, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kota Parepare pada Selasa malam, 10 Maret 2026.
FOTO: Anggota MPR RI sekaligus anggota Komisi XII DPR RI dari Partai Demokrat, Andi Muzakkir Aqil, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kota Parepare pada Selasa malam, 10 Maret 2026.

LEGIONNEWS.COM – PAREPARE, Anggota MPR RI sekaligus anggota Komisi XII DPR RI dari Partai Demokrat, Andi Muzakkir Aqil, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kota Parepare pada Selasa malam, 10 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 21.00 hingga 23.30 WITA tersebut dihadiri sekitar 200 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta warga Kota Parepare.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, terlebih karena dilaksanakan di tengah momentum bulan suci Ramadan. Forum ini menjadi ruang dialog kebangsaan yang menekankan pentingnya menjaga nilai persatuan, toleransi, dan solidaritas sosial di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

Dalam sambutannya, Andi Muzakkir Aqil menyampaikan bahwa pelaksanaan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan pada bulan Ramadan memiliki makna yang sangat penting. Menurutnya, bulan Ramadan bukan hanya momentum spiritual bagi umat Islam, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai persatuan, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Advertisement

Ia menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi Empat Pilar merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota DPR RI untuk terus menanamkan dan menguatkan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, ia berharap pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan semakin kokoh sekaligus memperkuat kesadaran kolektif untuk menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara secara harmonis.

Pada kesempatan yang sama, akademisi dan pengamat sosial, Asratillah, turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika pada dasarnya merupakan konsep yang sangat dikenal oleh seluruh warga negara Indonesia.

Namun demikian, menurutnya, pemahaman terhadap Empat Pilar tersebut tidak boleh berhenti pada pengetahuan semata. Nilai-nilai tersebut harus terus disegarkan dalam benak masyarakat, terutama di tengah perubahan sosial dan perkembangan zaman yang bergerak sangat cepat.

Ia menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan dapat dipandang sebagai “bintang penuntun” bagi bangsa Indonesia. Nilai-nilai tersebut memberikan arah dan pedoman bagi warga negara untuk menjalankan peran sosialnya secara konstruktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Empat Pilar Kebangsaan menjadi kompas moral sekaligus panduan kolektif bagi kita semua. Dengan menjadikannya sebagai rujukan nilai, masyarakat diharapkan mampu menjadi warga negara yang tidak hanya sadar akan hak dan kewajibannya, tetapi juga mampu berkontribusi secara maksimal bagi kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebangsaan dan komitmen menjaga persatuan bangsa terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya di Kota Parepare, sehingga nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dapat terus terpelihara dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan Tahun 1447 H/2026 M di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 10 Maret 2026. Peringatan tersebut menjadi momentum refleksi spiritual bagi bangsa Indonesia untuk memperkuat nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan peringatan Nuzulul Qur’an sebagai kesempatan memperkuat keimanan, menjadi sumber inspirasi dalam merawat persatuan bangsa Indonesia, serta dalam mewujudkan kehidupan yang damai, adil, dan membawa rahmatan lil alamin.

Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti kondisi dunia yang saat ini diwarnai ketidakpastian dan berbagai tantangan yang dapat mengancam perdamaian global. Dalam menghadapi kondisi tersebut, Kepala Negara menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus terus memperkuat persatuan dan kerukunan sebagai modal utama untuk menghadapi berbagai tantangan global. Presiden Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga harmoni dan kebersamaan demi memperkuat ketahanan nasional.

Kepala Negara juga menegaskan kembali tanggung jawabnya sebagai kepala negara untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia serta menjaga keutuhan bangsa.

“Sebagai Presiden Republik Indonesia, saya selalu ingat akan tugas yang dibebankan kepada saya, yaitu melindungi seluruh tumpah darah Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia,” tegas Kepala Negara. (*)

Advertisement