LEGIONNEWS.COM – BARRU, Program Optimasi Lahan (Oplah) Tahun 2025, Tuai sorotan. Pasalnya disebut sebut orang dekat Bupati Barru ikut mengintervensi proyek tersebut.
Menurut lembaga anti korupsi optimasi lahan untuk pengadaan mesin pompa, perpipaan sampai dengan proses pengeboran seharusnya di swakelolakan oleh kelompok tani.
“Ada aduan dari kelompok tani di kabupaten Barru ke lembaga kami terkait oplah yang oleh kelompok tani disebutkan mereka hanya sebagai barang pajangan. Kegiatan tersebut oleh mereka [Kelompok Tani] semestinya dikelola oleh kelompok tani dalam bentuk swakelola,” ujar Ketua Umum Lembaga Kontrol Keuangan Negara (LKKN) Baharuddin.
LKKN secara tegas meminta agar Bupati dan Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Barru untuk menghentikan oknum yang disebut orang dekat kepala daerah.
“LKKN secara tegas meminta Bupati dan Kadis Pertanian Barru untuk bekerja sesuai sesuai aturan. Jangan sampai orang orang dekatnya mengambil keuntungan di kelompok tani,” tutur Baharuddin. Selasa (24/8/2026).
Dari informasi yang dihimpun LKKN, Kelompok Tani sebagian besar diatur oleh Koordinator yang bernama Anasrun (Risco). Risco disebut sebut orang dekat Bupati Barru.
Pekerjaan Oplah 2025 senilai Rp8 miliar, Tersebar di 139 di kabupaten Barru. Anggaran pertitik Rp7 juta, Namun sampai ke Kelompok Tani bervariasi dari Rp 4,6 juta hingga Rp 5,6 juta yang diterima/pertitiknya.
Menurut LKKN laporan yang diterima pihaknya, perusahaan yang mengelola 139 titik bobor tak memiliki izin pengeboran air tanah.
LKKN menjelaskan dari hasil pantauan di lapangan mulai dari pengadaan barang berupa alat mesin pompa, pipa sampai dengan pengeboran kesemuanya diatur oleh yang namanya koordinator.
“Dan parahnya lagi mereka mengatas namakan LSM yang menakut-nakuti takut takuti bahkan akan memeriksa kelompok tani dan PPL,” ujar Baharuddin.
“Kelompok tani dan PPL sendiri yang seharusnya kelompok tani sendiri yang melakukan transaksi terkait kegiatan program optimalisasi lahan, bukannya di pihak ketigakan,” katanya.
Dalam pantauannya, Pekerjaan Oplah juga diduga melibatkan konsultan proyek.
“Yang kami temukan di lapangan diduga konsultan juga sebagai pelaksana proyek, Atas nama Yudhi. Dia seharusnya menjadi pegawas dalam proyek tersebut, bukan sebagai pelaksana proyek Oplah,” katanya.
Awak media telah mengkonfirmasi ke Risco Adam yang disebut sebut orang dekat Bupati Barru. Namun sejak dihubungi Selasa (25/8/2026). Dirinya tak merespon pesan WhatsApp awak media.
Demikian halnya Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barru, Ir Ahmad. (LN)

























