Misteri Jenderal Esmail Qaani: Satu-satunya yang Selamat dari Serangan AS–Israel ke Iran

0
FOTO: Jenderal Esmail Qaani, Komandan Pasukan Quds, unit elit Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC). (Dok via media sosial)
FOTO: Jenderal Esmail Qaani, Komandan Pasukan Quds, unit elit Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC). (Dok via media sosial)

LEGIONNEWS.COM – Serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari memicu gejolak besar di kawasan Timur Tengah. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Di tengah kabar duka itu, muncul satu nama yang disebut berhasil selamat dari serangan mematikan tersebut, yakni Jenderal Esmail Qaani.

Qaani merupakan komandan Pasukan Quds, unit elit Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) yang bertanggung jawab atas operasi militer luar negeri Iran.

Advertisement

Unit ini selama bertahun-tahun dikenal sebagai penggerak utama jaringan kelompok sekutu Iran di Timur Tengah yang sering disebut sebagai “Poros Perlawanan”.

Selamatnya Qaani dari serangan terbaru ini justru memunculkan spekulasi baru di dalam negeri Iran. Beberapa pihak mulai menuding bahwa jenderal berusia 67 tahun itu kemungkinan terlibat dalam praktik spionase dan bekerja untuk intelijen asing.

Tuduhan Mata-mata

Kecurigaan terhadap Qaani muncul karena ia berulang kali selamat dari berbagai operasi militer Israel yang menargetkan pejabat tinggi Iran. Sebelumnya, ia juga dilaporkan selamat dari dua serangan Israel dalam beberapa tahun terakhir yang menewaskan sejumlah tokoh penting Iran dan sekutunya.

Fakta tersebut memicu spekulasi bahwa Qaani memiliki peran mencurigakan di dalam struktur kekuasaan Iran. Namun tuduhan itu segera dibantah oleh badan intelijen Israel, Mossad.

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip media Turki En.Haberler, Mossad menegaskan bahwa Qaani bukanlah agen mereka. “Ismail Qaani, komandan Pasukan Quds dari IRGC, bukanlah mata-mata kami,” bunyi pernyataan tersebut.

Pernyataan ini dimaksudkan untuk meredam spekulasi yang telah beredar selama berbulan-bulan bahwa jenderal Iran tersebut telah membelot dan bekerja untuk dinas intelijen Israel.

Meski demikian, bantahan tersebut tidak sepenuhnya menghentikan kecurigaan yang berkembang di kalangan internal Iran. Laporan media menyebutkan bahwa Qaani tetap menjalani interogasi oleh aparat keamanan Iran untuk memastikan tidak ada kebocoran informasi di dalam tubuh militer.

Pengganti Soleimani

Esmail Qaani ditunjuk sebagai komandan Pasukan Quds pada 2020 setelah pendahulunya, Jenderal Qassem Soleimani, tewas dalam serangan drone Amerika Serikat di Baghdad, Irak. Saat itu, Soleimani dianggap sebagai arsitek utama strategi militer Iran di kawasan Timur Tengah.

Sebagai penerusnya, Qaani bertanggung jawab mengelola jaringan sekutu Iran di berbagai negara, termasuk Hamas di Gaza, Hizbullah di Lebanon, serta sejumlah milisi di Irak dan Suriah.

Namun selama masa kepemimpinannya, jaringan “Poros Perlawanan” menghadapi tekanan berat. Beberapa tokoh penting sekutu Iran dilaporkan tewas dalam berbagai operasi militer. Kepala politik Hamas Ismail Haniyeh dilaporkan terbunuh, sementara pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah juga meninggal dunia.

Serangkaian kehilangan tersebut memunculkan kritik terhadap efektivitas kepemimpinan Qaani dalam menjaga stabilitas jaringan sekutu Iran di kawasan.

Sering Dikabarkan Tewas

Ini bukan pertama kalinya Qaani dikabarkan tewas. Pada Oktober 2024, sejumlah laporan media menyebutkan bahwa ia meninggal dalam sebuah serangan. Namun tidak lama kemudian ia muncul kembali di televisi pemerintah Iran.

Hal serupa terjadi pada konflik Iran–Israel selama 12 hari pada tahun lalu. Beberapa media kembali melaporkan kematiannya, tetapi Qaani kembali muncul di publik pada akhir Juni 2025 dalam sebuah perayaan di Teheran. Saat itu ia terlihat mengenakan pakaian sipil dan topi baseball.

Kejadian berulang ini semakin memperkuat spekulasi dan berbagai teori konspirasi mengenai perannya di balik konflik kawasan.

Menariknya, Israel pernah merilis daftar pejabat Iran dan tokoh terkait Iran yang menjadi target eliminasi mereka. Namun nama Qaani tidak tercantum dalam daftar tersebut.

Rumor Penangkapan

Belakangan muncul laporan baru yang menambah misteri mengenai nasib Qaani. Media The National menyebutkan adanya klaim di media sosial yang menyatakan bahwa Qaani telah ditangkap oleh IRGC karena dicurigai sebagai agen Mossad.

Beberapa akun bahkan menyebutkan bahwa ia telah dieksekusi. Namun hingga kini klaim tersebut belum dapat diverifikasi.

Pemerintah Iran maupun IRGC belum memberikan pernyataan resmi mengenai kabar tersebut. Ketidakjelasan ini membuat status Qaani tetap menjadi tanda tanya besar di tengah konflik yang masih memanas.

Di tengah situasi geopolitik yang semakin tidak stabil, sosok Esmail Qaani kini menjadi salah satu figur paling misterius dalam dinamika politik dan militer Iran. Apakah ia benar-benar sekadar perwira yang beruntung selamat dari berbagai serangan, atau justru menyimpan peran lain di balik layar, masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab. (*)

Advertisement