Mentrans Dorong Pengembangan Kampus Satelit Unhas di Kawasan Transmigrasi

0
FOTO: Menteri Transmigrasi Republik Indonesia M. Iftitah Sulaiman Suryanagara.
FOTO: Menteri Transmigrasi Republik Indonesia M. Iftitah Sulaiman Suryanagara.

LEGIONNEWS.COM -MAKASSAR, Kementerian Transmigrasi mendorong Universitas Hasanuddin (Unhas) memperluas peran perguruan tinggi dalam pembangunan kawasan transmigrasi melalui pengembangan kampus satelit.

Gagasan ini diarahkan untuk mendekatkan akses pendidikan tinggi sekaligus menghadirkan riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses pendidikan, khususnya kawasan transmigrasi di Indonesia Timur.

Gagasan tersebut disampaikan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unhas di JK Arenatorium GOR, Selasa (11/08). Iftitah menjelaskan, paradigma transmigrasi perlu bergeser dari sekadar pemindahan penduduk menuju pembangunan kawasan yang mampu menciptakan pusat pertumbuhan baru.

Advertisement

Menurutnya, perguruan tinggi dinilai memiliki posisi strategis dalam perubahan tersebut karena dapat menghadirkan pengetahuan, teknologi, dan pengembangan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan. Dirinya menilai, Unhas memiliki posisi strategis sebagai center of excellence di Indonesia Timur.

Kehadiran Unhas di kawasan transmigrasi dapat mempertemukan kekuatan akademik dengan persoalan nyata di lapangan, mulai dari pemetaan potensi wilayah, pengembangan teknologi, penguatan ekonomi lokal, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kampus satelit dapat berfungsi sebagai ruang pendidikan sekaligus simpul riset dan inovasi yang terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Saya melihat ada satu semangat yang luar biasa dari Unhas sebagai episentrum di Indonesia Timur yang ingin membangun agar kawasan ini tidak tertinggal oleh Indonesia Barat. Satu-satunya kunci adalah menghadirkan SDM unggul di seluruh pelosok wilayah Indonesia,” kata Iftitah.

Penguatan SDM lokal juga berkaitan dengan kemampuan masyarakat dan negara dalam mengelola potensi serta kekayaan alam secara mandiri. Keterbatasan kapasitas masyarakat di sejumlah wilayah terpencil dapat membuka celah pemanfaatan sumber daya oleh pihak luar, termasuk aktivitas yang tidak sesuai dengan aturan. Karena itu, pemerintah dan dunia pendidikan memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola potensi wilayahnya sendiri.

“Dunia pendidikan memberikan lebih banyak kail dibandingkan ikan. Karena dengan kail, masyarakat bisa terus mencari, mengembangkan, dan menciptakan kehidupannya sendiri,” tambah Iftitah.

Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang membekali masyarakat dengan kemampuan untuk menciptakan sumber penghidupan, bukan hanya menerima bantuan. Konsep tersebut telah terlihat melalui program Transmigrasi Patriot.

Kolaborasi Kementerian Transmigrasi dan Unhas diharapkan berkembang menjadi kerja sama jangka panjang dalam mencetak SDM unggul di kawasan transmigrasi. Melalui kampus satelit, pendidikan tinggi dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat, sementara persoalan nyata di lapangan menjadi ruang bagi riset dan inovasi.

Selain Menteri Transmigrasi, PKKMB Unhas 2026 juga menghadirkan sejumlah tokoh penting sebagai narasumber, diantaranya Kapolda Sulsel dan Pangdam XIV/Hasanuddin, yang memberikan pembekalan mengenai kesadaran bela negara.

PKKMB Unhas 2026 merupakan bagian dari proses pengenalan mahasiswa baru terhadap lingkungan akademik sekaligus ruang memperluas perspektif mengenai tantangan pembangunan Indonesia. Kegiatan ini diarahkan untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan nasional. (*/mir)

Advertisement