Kapolres: KKB Live di Medsos saat Bakar Kantor Pemerintahan di Dogiyai

0
FOTO: Kapolres Dogiyai AKBP Dennis Putra. (ist)
FOTO: Kapolres Dogiyai AKBP Dennis Putra. (ist)

LEGIONNEWS.COM – DOGIYAI, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) membakar 3 unit gedung milik pemerintah kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, Minggu malam (23/8/2026).

Ketiga gedung milik pemerintah itu diantaranya Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kantor Inspektorat, dan Kantor Bappeda.

“Pelaku pembakaran dilakukan oleh KKB, karena saat pembakaran mereka live di media sosial,” terang Kapolres Dogiyai AKBP Dennis Putra dalam keterangannya kepada media, Senin (24/8/2026).

Advertisement

Ia menilai, aksi pembakaran tersebut diduga merupakan rangkaian lanjutan setelah terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata di kawasan Puncak Pintu Angin, Kampung Mauwa, pada Minggu sore.

Polisi lakukan olah TKP

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Dogiyai AKBP Dennis Arya Putra, S.H., S.I.K., M.H.kepada wartawan pada, Senin 24 Agustus 2026.

Menurut Dennis, aksi pembakaran tersebut diduga merupakan rangkaian lanjutan setelah terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata di kawasan Puncak Pintu Angin, Kampung Mauwa, pada Minggu sore.

“Saat Minggu sore itu kami kontak tembak dengan mereka di Pintu Angin dan akhirnya mereka mundur ke hutan. Jadi dugaan kita bahwa pembakaran kantor ini adalah upaya memprovokasi aparat,” ujarnya.

Kapolres mengatakan, aparat belum mendatangi lokasi pembakaran, karena berdasarkan hasil pemantauan udara menggunakan drone menunjukkan adanya sejumlah anak-anak yang membawa panah di sekitar lokasi. Selain itu, akses menuju lokasi juga telah dipalang menggunakan pohon dan batu.

“Dugaan kita pembakaran kantor ini untuk memancing aparat. Dari pantauan drone kita bisa melihat ada anak-anak kecil yang membawa panah ditempatkan di bagian depan,” jelasnya.

Menurut Dennis, keberadaan anak-anak tersebut diduga sengaja ditempatkan sebagai tameng agar aparat tidak melakukan tindakan tegas terhadap kelompok bersenjata. “

Anak-anak ini dijadikan tameng oleh KKB sehingga anggota tidak ke sana untuk mencegah jatuhnya korban, baik dari anggota maupun anak-anak yang ada di sekitar lokasi,” katanya. Terkait penanganan hukum kasus pembakaran kantor pemerintah, Polres Dogiyai masih menunggu laporan resmi dari Pemerintah Kabupaten Dogiyai.

“Jadi kita menunggu pemerintah membuat laporan polisi. Dengan begitu maka penegakan hukum akan tepat sasaran dan tidak menimbulkan korban dari aparat maupun warga sipil,” ujar Dennis.

Kapolres juga mengungkapkan bahwa kelompok bersenjata sebelumnya diduga telah merencanakan aksi pembakaran Pasar Moanemani.

Namun, rencana tersebut disebut berhasil digagalkan melalui pengamanan ketat dan patroli yang dilakukan aparat. “Mereka sudah rencanakan untuk aksi tanggal 17 Agustus, namun pengamanan ketat yang kita lakukan berhasil mencegah mereka,” katanya.

Dennis menegaskan, aparat akan mengambil tindakan tegas dan terukur apabila kelompok tersebut kembali memaksakan aksi pembakaran. “Kita pun akan melakukan tindakan tegas terukur jika mereka memaksakan aksi pembakaran pasar,” tegasnya. (*)

Advertisement