JAKARTA – Program modernisasi kapal perikanan yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo yang menilai langkah tersebut sebagai bagian penting dalam transformasi sektor perikanan nasional di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
KKP diketahui akan merekrut sekitar 20.094 awak kapal perikanan (AKP) untuk ditempatkan di 1.582 kapal dengan ukuran bervariasi, mulai dari 30 GT, 200 GT hingga 500 GT. Rekrutmen ini terbuka untuk umum, baik posisi perwira maupun anak buah kapal (ABK).
Menurut Anshar Ilo, program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik kapal, tetapi juga merupakan upaya membangun ekosistem perikanan tangkap yang modern, produktif, dan berkelanjutan.
“Ini adalah momentum transformasi sektor kelautan kita. Modernisasi kapal harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar operasional berjalan optimal,” ujar Anshar dalam keterangannya, Rabu (06/05).
Ia menegaskan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kompetensi SDM yang mengoperasikan kapal, bukan semata pada teknologi atau ukuran kapal itu sendiri.
Oleh karena itu, proses rekrutmen AKP harus dilakukan secara transparan, profesional, dan berbasis kompetensi.
Lebih lanjut, Logis 08 juga menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat sektor perikanan sebagai salah satu pilar ekonomi nasional, termasuk membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir.
“Program ini berpotensi besar menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan nelayan. Ini sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo dalam membangun ekonomi berbasis maritim,” tambahnya.
Kami optimis program modernisasi kapal perikanan akan mampu mendorong daya saing industri perikanan Indonesia di tingkat global sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut,” tutur pemuda asal Sulawesi Selatan ini. (**)























