Buah MBG “Busuk” 4 Aliansi Gelar Aksi Unras di Depan SPPG Tamalanrea Indah, Desak Presiden Tutup Permanen

0
FOTO: 4 aliansi mendatangi kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Makassar, Tamalanrea Indah di Jalan Perintis Kemerdekaan menggelar aksi unjuk rasa. Selasa (10/3/2026)
FOTO: 4 aliansi mendatangi kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Makassar, Tamalanrea Indah di Jalan Perintis Kemerdekaan menggelar aksi unjuk rasa. Selasa (10/3/2026)

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Terdapat 4 aliansi mendatangi kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Makassar, Tamalanrea Indah di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Aliansi Masyarakat BTP, Barisan Perjuangan Rakyat, KAPAK 21 dan Kesatuan Aktivis Mahasiswa (KAMI) menggelar aksi unjuk rasa menuntut agar SPPG Tamalanrea Indah yang berada di samping pondok pesantren IMIM tidak mencederai program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto.

Pasalnya, SPPG Tamalanrea Indah dalam pelayanan MBG nya tidak memenuhi standar gizi yang telah ditentukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Advertisement

Aksi unjuk rasa (Unras) yang digelar oleh aliansi masyarakat dan mahasiswa membuat jalan poros nasional macet total. Para demonstran menggelar aksi diatas sebuah truk kontainer warna merah.

Iksan Jenderal Lapangan (Jenlap) dalam orasinya diatas mobil truk kontainer itu mengatakan dengan tegas agar Presiden dan BGN menutup SPPG Tamalanrea Indah secara permanen.

“Ini program unggulan bapak presiden Prabowo jangan dicederai dengan memberikan pelayanan MBG kepada anak anak sekolah dasar tidak sesuai standar gizi yang telah ditetapkan BGN Pusat,” terang Iksan dalam orasinya, Selasa siang (10/3).

Iksan mempersoalkan buah pir yang sudah tidak segar lagi yang disiapkan pihak SPPG Tamalanrea Indah yang sudah tidak memenuhi standar gizi MBG.

Iksan kepada media mengatakan pihak perwakilan SPPG Tamalanrea Indah, atasnama Awaluddin Aziz, Menjelaskan bahwa sebelum didistribusikan ke sekolah penerima buah pir masih dalam keadaan segar.

“Tadi saat aksi kami diterima pihak perwakilan SPPG Tamalanrea Indah (Awaluddin Aziz). Dia beralasan bahwa buah pir saat diterima pihaknya (SPPG) masih dalam keadaan segar, Namun pernyataannya itu tidak masuk di akal kami,” kata Iksan.

Kata Aziz dari penjelasan Iksan, bahwa pihak SPPG Tamalanrea Indah telah mengembalikan uang pembelian buah pir kepada koordinator wilayah BGN di Makassar.

Namun kata Iksan, Saat Aziz ditanya bukti pengembalian uang buah pir ia tak menunjukan bukti pengembalian uang.

“Tadi saat aksi saya mempertanyakan bukti pengembalian uang buah pir. Dia (Aziz) berdalih bukti tersebut akan ia kirim ke pihak Korwil BGN Makassar dan Babinsa,” ucap Iksan saat dihubungi Selasa malam (10/3)

Iksan mendesak agar BGN Pusat mencabut operasional SPPG Tamalanrea Indah yang menurutnya menyiapkan tenaga ahli gizi yang tidak profesional.

“Ahli gizi yang ditempatkan di setiap SPPG untuk gaji mereka dibiayai langsung oleh pemerintah dalam hal ini BGN pusat. Hanya persoalan buah pir saja ahli gizi tidak profesional,” katanya.

“Seharusnya ahli gizi mengontrol semua hidangan masakan sebelum didistribusikan ke sekolah. Bila ditemukan makanan atau buah tidak memenuhi standar gizi maka ahli gizi di SPPG berkewajiban menolak makanan ataupun buah untuk dikonsumsi oleh anak-anak sekolah,” tambah Iksan.

Terpisah awak media menghubungi Ketua Umum KAPAK 21, Andi Rachman Saleh (Andi Emmang) yang Selasa siang tadi juga menyampaikan orasinya di depan pintu SPPG Tamalanrea Indah.

Andi Emmang mendesak agar SPPG Tamalanrea Indah ditutup secara permanen. Yang menurutnya bekerja tidak secara profesional.

“Tadi saya sampaikan ke pihak perwakilan SPPG Tamalanrea Indah ditutup secara permanen. Kenapa demikian, Pertama pihak perwakilan selalu berdalih soal kualitas buah, Kemudian hal utama dimana peran ahli gizi. Selain dapur SPPG ditutup permanen, Ahli gizi di SPPG Tamalanrea Indah juga dicopot,” tegas Ketua KAPAK 21 ini. (LN)

Advertisement