Namanya Dikaitkan Bagian dari Para Penyadapan Presiden, Bahlil Ancam Somasi

0
FOTO: Bahlil Lahadalia Ketua Umum DPP Partai Golkar. (Properti via google) 
FOTO: Bahlil Lahadalia Ketua Umum DPP Partai Golkar. (Properti via google) 

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Bahlil Lahadalia sepertinya geram terhadap pihak pihak yang menyebutkan dirinya terlibat dalam dugaan tindak penyadapan oleh eks Kapolri Listyo Sigit Prabowo terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai Golkar itu saat menyampaikan pidatonya di pelantikan pengurus DPD I Golkar Maluku di Ambon, Sabtu (7/11).

Padahal kata Bahlil, ia mengaku juga merupakan korban penyadapan.

Advertisement

“Jadi ingin mereka mau membangun persepsi seolah-olah kita ada urusannya dengan penyadapan.” ucap Bahlil di Ambon.

“Gimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan, sementara saya juga disadap?” katanya, Sabtu.

Ketua Umum Partai Golkar itu membantah informasi yang menyebut ia ikut dalam rapat dengan para terduga pelaku tepat sebelum para jenderal itu ditangkap.

Bahlil mengatakan mereka yang menyebar isu itu merupakan pihak memanfaatkan ruang demokrasinya dengan kebablasan.

“Kalau memang ada rapat itu siapa aja, dibuka aja. Karena saya merasa tidak pernah melakukan itu,” ucapnya.

Bahlil mendesak para oknum yang menyebarkan isu itu agar segera melakukan klarifikasi.

“Segera klarifikasi itu dan buktikan, saya minta kepada pihak aparat keamanan, pihak kepolisian untuk diusut tuntas, dibuka aja,” tukas Bahlil.

Ia pun menyatakan bahwa Golkar mendukung penuh aparat penegak hukum dalam menuntaskan persoalan-persoalan yang terjadi terkait dengan penyadapan ini.

Bahlil mengatakan bahwa isu ini merupakan isu murahan untuk mengguncang legitimasi Partai Golkar.

Ia menyebut narasi yang dibangun belakangan ini mengarah pada upaya politik pecah belah.

“Yang mau bikin macam-macam, macam-macam, macam-macam gitu lho. Abu leke (omong kosong) kelas tinggi lagi ini. Saya sudah tahu orang-orang itu, saya sudah tahu. Kalian pikir saya orang kampung enggak ngerti? Aku paham,” ujarnya.

Bahlil mengatakan, prinsip ia dalam bekerja salah satunya adalah loyal. Ia mengatakan hal itu merupakan ciri khas orang Indonesia bagian Timur.

Ia mengatakan bahwa ia takkan menjadi pengkhianat. Bahlil menyebut ia akan selalu setia dengan atasannya. (*)

Advertisement