Penebalan Pasukan dari 3 Matra TNI Capai 100 ribu Personel, Amankan Ibukota Jakarta ini Kata Kapuspen

0
FOTO: Prajurit TNI AL pada kesempatan penugasan lainnya. (ist)
FOTO: Prajurit TNI AL pada kesempatan penugasan lainnya. (ist)

LEGIONNEWS.COM – Beredar kabar bahwa personel dari tiga matra TNI dalam jumlah besar dikerahkan ke Jakarta. Salah satu matra TNI yang mengerahkan pasukan adalah TNI AL.

TNI Angkatan Laut (AL) sendiri telah menyiapkan total 20.980 personel untuk memperkuat keamanan DKI Jakarta.

Markas Besar (Mabes) TNI meluruskan informasi yang beredar mengenai pergerakan pasukan skala besar di DKI Jakarta.

Advertisement

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Muhammad Nas, menegaskan bahwa pergerakan ini adalah hal biasa dalam rangka kesiapsiagaan untuk melindungi bangsa dan menjaga keutuhan NKRI.

Mabes TNI juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap hoaks atau narasi provokatif yang mencoba memecah belah dan mengaitkan pengerahan pengamanan ini dengan isu-isu kriminalitas lain secara tidak berdasar

Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan karena TNI dituntut senantiasa siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan NKRI, selalu siap melaksanakan tugas berpedoman perundang-undangan yang berlaku,” kata Nas saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Selasa (3/11).

Kendati demikian, Nas tidak menjelaskan secara detail maksud dari pengerahan pasukan itu. Dia juga tidak menjelaskan secara rinci berapa personel yang dikerahkan ke ibu kota.

ANTARA sempat bertanya soal dugaan pengerahan personel untuk mengantisipasi aksi demonstrasi dalam waktu dekat. Namun demikian, Nas tidak merespons terkait hal tersebut.

Beredar kabar bahwa personel dari tiga matra TNI dalam jumlah besar dikerahkan ke Jakarta. Salah satu matra TNI yang mengerahkan pasukan adalah TNI AL.

ANTARA pun sempat mengonfirmasi kepada Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul terkait hal tersebut. Namun, Tunggul belum memberikan jawaban.

Analis Politik dan Militer dari Universitas Nasional, Doktor Selamat Ginting, Dalam wawancara eksklusif podcast Madilog Forum Keadilan bersama sejarawan Indra J Piliang.

Ginting mengungkap situasi siaga satu yang melanda Ibu Kota, dengan penebalan pasukan tempur TNI yang diperkirakan mencapai 100.000 personel.

“Mulai Selasa malam, 3 November 2026, hingga Rabu pagi, tidak ada lagi TNI yang menggunakan pakaian dinas harian,” ujar Analis Politik dan Militer dari Universitas Nasional dalam podcast berdurasi 2.142 detik tersebut.

“Semuanya sudah menggunakan pakaian dinas lapangan. Mereka siap tempur,” katanya.

Ginting menyebut pasukan tersebut sudah menerima perintah “standby di satuan menunggu perintah gerak.” Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan pun disebut telah menyiapkan logistik untuk mengantisipasi potensi kerusuhan dan pembakaran.

“Perintahnya adalah standby di satuan menunggu perintah gerak. Ini artinya serius. Kementerian Pertahanan sudah mengantisipasi situasi yang mungkin bisa seperti kerusuhan, pembakaran, segala macam,” ujarnya. (*)

Advertisement