
LEGIONNEWS.COM – JAKARTA, Badan Narkotika Nasional (BNN) mendukung sepenuhnya penyelenggaraan kegiatan Regional Workshop on Synthetic Drugs for East and Southeast Asia sekaligus Inception Meeting on Physical Profiling Initiatives.
Dukungan tersebut ditunjukkan dengan kehadiran Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN RI, Krisno H. Siregar, pada pertemuan yang berlangsung di DoubleTree Hotel, Cikini, Jakarta Pusat, pada Selasa (27/10).
Bersama Deputi Hukum dan Kerja Sama, turut hadir Direktur Kerja Sama BNN, R.M. Aria T.M. Wibisono.
Hadir pula perwakilan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) Regional Office for Southeast Asia and the Pacific, Regional Intelligence Liaison Offices for Asia and the Pacific (RILO AP), serta delegasi dari negara-negara Asia Timur dan Asia Tenggara. Pertemuan dipandu oleh Mr. Tun Nay Soe, Interregional Programme Coordinator UNODC.
Dalam sambutannya, Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN RI menyoroti perkembangan pasar narkotika sintetis di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk tingginya jumlah penyitaan narkotika ilegal serta kemunculan zat psikoaktif baru. Kondisi tersebut menuntut penguatan pendekatan berbasis intelijen, peningkatan kapasitas forensik, dan kerja sama regional yang adaptif untuk menghadapi dinamika peredaran narkotika.
Sementara itu, Mr. Tun Nay Soe menekankan pentingnya pemantauan perkembangan narkotika sintetis secara berkelanjutan melalui pengumpulan, analisis, dan pelaporan data yang akurat. Upaya tersebut berperan penting dalam mengidentifikasi tren pasar narkotika, mendeteksi kemunculan zat baru, serta mendukung perumusan kebijakan dan strategi penanggulangan berbasis bukti.
Salah satu agenda utama kegiatan ini adalah pembahasan inisiatif physical profiling sebagai instrumen intelijen forensik yang mengintegrasikan analisis ilmiah dengan penegakan hukum. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan identifikasi narkotika dan bahan prekursor, sekaligus membantu mengungkap serta memutus rantai pasokan narkotika ilegal.
Melalui kegiatan ini, BNN bersama UNODC dan para pemangku kepentingan regional mendorong pertukaran informasi, berbagi praktik terbaik, serta penguatan kolaborasi operasional lintas negara. Sinergi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas upaya bersama dalam menghadapi ancaman narkotika sintetis dan memperkuat pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Indonesia. (*)
























