
LEGIONNEWS.COM – JAKARTA, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Australia untuk Indonesia, H.E. Roderick Brazier, beserta delegasi New South Wales Rural Fire Service (NSW RFS) dan National Emergency Management Agency (NEMA) Australia di INA DRTG, Sentul, Jawa Barat, pada Senin (26/10).
Kunjungan kerja tersebut membahas mengenai situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masif terjadi di wilayah Indonesia. Pemerintah Australia juga ingin mendapatkan gambaran mengenai prioritas penanganan serta pemanfaatan bantuan yang ditawakan oleh Pemerintah Australia, khususnya alutsista udara dan tenaga ahli untuk mendukung penanganan karhutla di Tanah Air.
Dalam pertemuan ini, BNPB memaparkan berbagai tantangan di lapangan, mulai dari luasnya wilayah terdampak, sulitnya akses ke lokasi, hingga karakteristik lahan gambut yang kerap menyimpan api di bawah permukaan tanah. Saat ini penanganan melalui udara, sejumlah armada pesawat digunakan untuk operasi modifikasi cuaca, water-bombing dan patroli udara.
Luasnya kebakaran hutan, Pemerintah Indonesia melihat masih adanya kebutuhan tambahan armada udara. Kebutuhan tersebut antara lain, helikopter angkut berat (seperti Chinook) dengan kapasitas sekitar 7.000 liter (kebutuhan indikatif 10–15 unit). pesawat sayap tetap pengambil air berkapasitas 10.000–12.000 liter dan pesawat kecil (seperti Cessna Caravan) untuk mendukung operasi modifikasi cuaca
Di sisi lain, Pemerintah Australia mengagendakan untuk memberikan dukungan konkret dalam penanganan karhutla di Indonesia. Bantuan tersebut berupa empat aset udara untuk pengendalian dan pemadaman api, di antaranya 2 unit Cessna Citation (pemantauan udara dan pemetaan titik api), dan masing-masing satu unit Beechcraft King Air (pesawat pendukung operasi) dan helikopter Bell 412 (kapasitas tangki water bombing ±4.200 liter).
Pada kesempatan itu, Australia juga menyiagakan (HADR Airlift) armada militer Royal Australian Air Force (RAAF) (C-17A, C-130J, C-27J, KC-30A) total 36 pesawat untuk mendukung logistik bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Tim Tenaga Ahli Karhutla (NEMA dan NSW RFS) yang terdiri dari tiga spesialis manajemen insiden dan penanganan kebakaran hutan Australia juga telah didatangkan ke Indonesia oleh Pemerintah Australia guna mendukung percepatan penanganan karhutla yang melanda beberapa provinsi di Indonesia.
Selain bantuan armada, kedua belah pihak turut membahas pentingnya pengelolaan operasi udara secara terpadu, peningkatan kemampuan prediksi cuaca dan analisis risiko karhutla, serta mitigasi jangka panjang melalui pengelolaan lahan gambut. Pihak Australia menyambut baik pemaparan tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk menjajaki bentuk dukungan yang disesuaikan dengan pengalaman serta kapasitas teknis yang dimiliki.
Kerja sama ini memperkuat rekam jejak kemitraan kedua negara dalam penanganan karhutla yang telah terjalin erat sejak 2015 (pengerjaan pesawat “Thor” dan “Birddog”) serta program kemitraan kesiapsiagaan bencana SIAP SIAGA.
Kepala BNPB menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Australia. Kolaborasi ini diharapkan dapat semakin memperkuat kapasitas nasional serta mempererat hubungan bilateral kedua negara dalam mewujudkan kawasan yang tangguh bencana. (*)
























