JAKARTA – Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo menanggapi hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) periode 1–10 Oktober 2026 yang menunjukkan rendahnya dukungan pemilih partai politik parlemen terhadap Presiden Prabowo Subianto dalam simulasi semi-terbuka.
Anshar menilai hasil survei tersebut perlu dibaca secara proporsional dan tidak serta-merta dijadikan kesimpulan bahwa dukungan masyarakat terhadap Prabowo melemah secara menyeluruh.
Menurutnya, survei merupakan potret opini publik pada periode tertentu, sedangkan dinamika politik dan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah terus berkembang.
“Survei tentu perlu dihormati sebagai salah satu instrumen untuk membaca opini publik. Namun, hasilnya harus ditempatkan sesuai konteks, metode, dan pertanyaan yang digunakan. Jangan sampai satu simulasi pilihan calon langsung digeneralisasi sebagai gambaran utuh dukungan rakyat terhadap Presiden Prabowo,” ujar Anshar Ilo dalam keterangannya, Sabtu (17/10).
Ia menegaskan, pilihan responden dalam simulasi calon presiden tidak selalu identik dengan penilaian mereka terhadap kinerja pemerintahan. Masyarakat dapat memiliki beragam pertimbangan politik, termasuk preferensi terhadap figur lain, tanpa otomatis berarti menolak program maupun kebijakan pemerintah yang sedang berjalan.
Menurut Anshar, angka dukungan terhadap Prabowo di kalangan pemilih partai politik juga perlu dibaca dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai dari karakteristik responden, tingkat pengenalan terhadap nama-nama yang disimulasikan, hingga perkembangan situasi politik pada saat survei dilakukan.
“Memilih partai dan memilih calon presiden merupakan dua hal yang berkaitan, tetapi tidak selalu berjalan linear. Karena itu, hasil simulasi pilihan calon tidak bisa langsung dijadikan satu-satunya dasar untuk menilai kekuatan politik maupun legitimasi kepemimpinan Presiden Prabowo,” tegasnya.
Anshar juga mengingatkan bahwa dukungan terhadap pemerintahan tidak semestinya hanya dilihat dari kalkulasi elektoral. Menurutnya, hal yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat merasakan manfaat kebijakan pemerintah, khususnya dalam bidang ekonomi, kesejahteraan rakyat, penciptaan lapangan kerja, pembangunan perumahan, serta berbagai program prioritas nasional.
Sebagai Ketua Umum Logis 08, organisasi relawan yang mendukung Prabowo pada Pilpres 2024, Anshar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal agenda pemerintahan sekaligus mendorong komunikasi publik yang lebih efektif mengenai program-program pemerintah.
Ia menyebut, hasil survei seharusnya dapat menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan relawan, untuk memperkuat sosialisasi kebijakan serta memastikan program yang dijalankan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kalau ada hasil survei yang menunjukkan dukungan belum optimal, respons terbaik bukan sekadar berdebat soal angka, melainkan menjadikannya bahan evaluasi. Pemerintah perlu terus bekerja, memperbaiki hal-hal yang masih kurang, dan memastikan manfaat kebijakan semakin nyata bagi rakyat,” katanya.
Anshar menambahkan, relawan tidak boleh hanya hadir ketika momentum pemilu berlangsung. Relawan juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga komunikasi dengan masyarakat, menyampaikan informasi secara benar, menyerap aspirasi, serta memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah.
“Bagi kami, dukungan kepada Presiden Prabowo harus diwujudkan melalui kerja nyata. Kami ingin program pemerintah berhasil, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan kepercayaan publik semakin kuat. Kritik yang berbasis data harus dijawab dengan kinerja dan perbaikan, bukan dengan polemik yang tidak produktif,” pungkas Anshar.
Logis 08 menegaskan bahwa dinamika survei merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Karena itu, hasil survei perlu disikapi secara terbuka, kritis, dan proporsional, sembari tetap memberikan ruang bagi pemerintah untuk membuktikan kinerjanya melalui pelaksanaan program yang berdampak langsung bagi masyarakat. (**)

























