
LEGIONNEWS.COM – RUBRIK, ITS Giuseppe Garibaldi bakal berganti nama. Kapal induk ringan asal Italia ini nantinya dinamai KRI Sriwijaya oleh TNI Angkatan Laut. Penamaan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk menghormati sejarah kerajaan maritim besar di Nusantara.
Adapun nama KRI tersebut diberikan mengingat pada masa Kerajaan Sriwijaya yang di bawah kepemimpinan Raja Balaputradewa. Kerajaan maritim terbesar pada abad ke-8 hingga ke-11 Masehi.

Kerajaan Sriwijaya berada di Palembang, Sumatera, tepat di jalur utama perdagangan internasional antara Tiongkok dan India (melalui Selat Malaka, Selat Sunda, dan Semenanjung Malaya).
Kerjaan Sriwijaya memiliki Angkatan Laut yang Kuat, Memiliki armada laut yang besar untuk mengamankan wilayah perairan, menindak bajak laut, dan mengontrol kapal-kapal yang melintas.
Kapal induk ringan asal Italia ini dinamai KRI Sriwijaya oleh TNI Angkatan Laut. nama KRI Sriwijaya untuk menghormati sejarah kerajaan maritim besar di Nusantara.
DIMENSI & BOBOT :
- Panjang Total: 180,2 meter
- Lebar Lambung: 33,4 meterDraft (Kedalaman di Bawah Air): 6,7 meter
- Bobot Standar: 10.100 ton
- Bobot Penuh: 14.150 ton
SISTEM PROPULSI & PERFElectr
- Mesin Utama: Sistem COGAG (Combined Gas Turbine and Gas Turbine) dengan 4 turbin gas General Electric Avio LM2500.
- Total Daya: 81.000 tenaga kuda (shaft horsepower).
- Kecepatan Maksimal: 30 knot.
- Jarak Jelajah: 7.000 mil laut pada kecepatan ekonomis 20 knot.
KAPASITAS ANGKUT AIR & UDARA :
Fasilitas Dek: Dilengkapi dengan dek penerbangan sepanjang 174 meter yang memiliki sudut landasan pacu ski-jump 6,5 derajat untuk lepas landas.
Kapasitas Helikopter: Mampu membawa 10 hingga 18 helikopter ukuran sedang atau berat (seperti varian AgustaWestland).
Personel: Dapat menampung hingga 830 personel gabungan termasuk awak kapal, kru penerbang, dan pasukan komando penanganan bencana/militer
Tidak seperti kapal induk modern Amerika Serikat yang sangat bergantung pada kawalan armada t3mpur lain, KRI Sriwijaya (eks ITS Giuseppe Garibaldi) dirancang dengan sistem pertahanan diri mandiri (self-defense) yang sangat masif.
1. Sistem Pertahanan Udara (Anti-Pesawat & Rudal)Sistem Rudal SAM Albatros/Aspide: Kapal ini dipersenjatai dengan 2 peluncur rudal delapan sel (octuple launchers) Mk.29. Sistem ini membawa total 48 rudal Selenia Aspide (rudal kendali radar semi-aktif) dengan jangkauan tembak hingga 14 kilometer untuk merontokkan pesawat musuh atau rudal jelajah yang mendekat.
2. Sistem Pertahanan Titik Jarak Dekat (CIWS)Meriam Otomatis Breda 40mm/70 DARDO: Terdapat 3 menara meriam kembar (total 6 laras) Close-In Weapon System (CIWS) berkaliber 40mm buatan Oto Melara. Meriam ini memiliki kecepatan tembak sangat tinggi dan terintegrasi dengan radar pengendali tembakan Dardo untuk menghancurkan proyektil atau rudal anti-kapal musuh yang berhasil lolos dari lapisan pertahanan luar, dengan jangkauan efektif hingga 4 kilometer.
3. Sistem Pertahanan Bawah Air (Anti-Submarine)Peluncur Torpedo ILAS-3: Untuk menangkal ancaman kapal selam, kapal ini dilengkapi dengan 2 peluncur torpedo tiga tabung (triple tube) berukuran 324 mm. Tabung ini dapat meluncurkan torpedo ringan jenis Whitehead A244/S atau Mk.46
4. Sistem Perang Elektronik & Penanggulangan (Countermeasures)
Peluncur Umpan SCLAR OTO Melara: 2 peluncur berlaras 20 untuk menembakkan chaff, suar (flare), atau decoy guna mengecoh sistem pemandu rudal musuh.
AN/SLQ-25 Nixie: Sistem umpan torpedo seret (towed torpedo decoy) untuk mengalihkan sasaran torpedo akustik musuh agar menjauh dari badan kapal induk. (*)
























