Usai Disuruh Dukung OPM, Pria Asal Toraja Ditembak Mati Egianus Kogoya

0
FOTO: Aris Sanda warga setempat suku Toraja, Sulawesi Selatan saat disandera oleh kelompok Egianus Kogoya di jalan trans Wamena, Nduga tanjakan Gunung Boy, Selasa pagi (15/9/2026). (Dok via Facebook)
FOTO: Aris Sanda warga setempat suku Toraja, Sulawesi Selatan saat disandera oleh kelompok Egianus Kogoya di jalan trans Wamena, Nduga tanjakan Gunung Boy, Selasa pagi (15/9/2026). (Dok via Facebook)

LEGIONNEWS.COM – WAMENA, Sopir pembawa rombongan pendeta Tomi Gwijangge (38) tewas ditembak oleh TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Derakma pimpinan Egianus Kogoya. Selasa pagi (15/9/2026).

Sopir tersebut Aris Sanda warga setempat suku Toraja, Sulawesi Selatan.

Akun Facebook Riston Kombo mengungkapkan awalnya Aris Sanda membawa rombongan Pendeta Tomi Gwijangge di Habema.

Advertisement

“Informasi singkat penahanan sopir beserta masyarakat rombongan bapak Tomi Gwijangge di habema tadi pagi oleh TPNPB, untuk itu tdi kami dari Wamena/ilekma, sudah kumpul bersama beberapa tokoh, intelektual dan mahasiswa menyepakati naik jemput masyarakat dan, sekarang kami sudah jemput masyarakat dgn keadaan selamat.” tulis akun Facebook Riston Kombo, Dikutip Rabu (16/9/2026)

“Namun menurut kesaksian dari masyarakat bahwa, kami ditodong dan disuruh pulang secara paksa oleh TPNPB lalu sopir yg kami tumpangi ditahan. jdi untuk sementara masyarakat aman namun sopir masih ditangan mereka jd, kami masih negosiasi untuk selanjutnya keselamatan sopir seperti apa kami ikuti sama2.
terima kasih..” tulis unggahan Riston Kombo.

Informasi yang dihimpun Egianus Kogoya dan pasukannya menahan rombongan tersebut. Para penumpang dipaksa pulang sedangkan Aris Sanda dibawa pergi oleh kelompok Egianus.

Dilaporkan, Aris Sanda membawa mobil Mitsubishi jenis Strada saat berada di Mbua persis di jalan trans Wamena, Nduga pada ditanjakan Gunung Boy, Laju kendaraan rombongan Pendeta Tomi Gwijangge dihadang.

Sejak saat itu Aris Sanda dikabarkan tewas tertembak, Mobil Mitsubishi jenis Strada turut dibakar oleh kelompok TPNPB-OPM.

Mereka para penumpang yaitu pendeta Tomi Gwijangge (38),Nos(23), Penias(32), Sare(26), Yapet(18), Gier(11), Serminca(13) serta Didi dan Selti yang kemudian turun menggunakan ojek diancam akan ditembak dan dipotong jika tidak menuruti perintah kemudian para penumpang di suruh turun ke Napua.Warga lokal di lepas setelah di intimidasi kemudian sopir pendatang di tahan.

“Sebelum sopir lajuran di tembak oleh OPM, Sopir itu disuruh mendukung OPM kemudian setelah selesai baru dieksekusi.” tulis akun Facebook lainnya. (LN)

Advertisement