Cegah Stunting Sejak Dini, Desa Kepuhanyar Gelar Diskusi dan Penyuluhan Bersama Bidan Yuni

0
Img 20260911 Wa0031
Img 20260911 Wa0031

LEGION NEWS.COM|MOJOKERTO, – Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, kini bergerak serentak dalam upaya bersama menekan angka stunting yang menjadi prioritas utama pembangunan kesehatan masyarakat. Langkah ini, ditandai dengan terselenggaranya kegiatan diskusi dan penyuluhan bertema “Rembuk Stunting” yang digagas oleh Kades bersama Bidan Yuni Andriyana, sebagai upaya terpadu penanggulangan sekaligus pencegahan kasus anak stunting di lingkungan warga.

Kegiatan itu diselenggarakan atas kesadaran bersama bahwa stunting tidak dapat ditangani hanya oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan gotong royong seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, Bidan Yuni Andriyana mengajak berbagai pihak untuk duduk bersama, berdiskusi secara terbuka, dan menyusun langkah strategis yang tepat sasaran demi melindungi tumbuh kembang generasi penerus di Desa Kepuhanyar.

Suasana kegiatan berlangsung hangat, tertib, dan penuh semangat, dihadiri oleh puluhan warga yang antusias mendengarkan serta turut berpartisipasi dalam diskusi. Kehadiran warga menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap masalah kesehatan anak, sekaligus keinginan kuat untuk berperan aktif dalam menjamin kualitas tumbuh kembang anak-anak di lingkungannya.

Advertisement
Suasana Diskusi dan Penyuluhan Rembuk Stunting di Kantor Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto pada Jum'at, 11 September 2026 (Foto: Agung Ch)
Suasana Diskusi dan Penyuluhan Rembuk Stunting di Kantor Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto pada Jum’at, 11 September 2026 (Foto: Agung Ch)

Turut hadir memperkuat kegiatan ini Kepala Desa Kepuhanyar, Slamet Hidayat, yang memberikan dukungan penuh sekaligus arahan mengenai pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan warga dalam menangani masalah stunting. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kesejahteraan dan kesehatan anak-anak merupakan pondasi utama kemajuan desa, sehingga semua pihak diharapkan wajib turut menjaganya.

Selain Kepala Desa, kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Bidan Yuni Andriyana sebagai penyuluh utama, Tim Penggerak PKK, para kader Posyandu yang telah lama menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan di desa, serta tim pendamping desa dan pendamping desa lokal. Kehadiran beragam pemangku kepentingan tersebut menjadi bukti adanya komitmen kolektif yang kokoh dalam upaya pencegahan stunting.

Bidan Yuni Andriyana memaparkan materi yang mudah dipahami, memulai pembahasan dari hal yang paling mendasar yaitu kondisi berat badan anak yang mengalami stunting. Beliau menjelaskan bahwa pemantauan berat badan secara rutin di Posyandu, bukan sekedar prosedur, melainkan cara dini mendeteksi adanya gangguan pertumbuhan yang dapat berujung pada stunting.

Selanjutnya, Bidan Yuni menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak masa awal menyusui, karena asupan nutrisi yang tepat menjadi kunci pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak. Beliau mengingatkan bahwa gizi yang baik tidak harus mahal, melainkan bisa dipenuhi dari pangan yang tersedia di lingkungan sekitar asalkan diolah dan dikombinasikan dengan benar sesuai kebutuhan tubuh anak.

Mengenai pemberian susu kepada anak, Bidan Yuni memberikan penjelasan yang lengkap dan akurat kepada para orang tua, agar penggunaannya tepat waktu, tepat jenis, dan tepat dosis. Susu dipandang sebagai pelengkap gizi yang bermanfaat, namun tidak boleh menggantikan makanan utama, sehingga pemahaman yang benar mengenai manfaat dan cara pemberiannya sangat diperlukan agar hasilnya maksimal.

Salah satu gagasan yang mendapat respon sangat positif dari warga adalah ajakan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam berbagai jenis tanaman pangan dan sayuran guna mendukung ketahanan pangan keluarga. Bidan Yuni menjelaskan bahwa dengan memiliki sumber pangan sendiri di rumah, keluarga dapat dengan mudah menyediakan makanan segar, sehat, dan bergizi setiap hari bagi seluruh anggota keluarga.

Dalam paparannya, Bidan Yuni juga menguraikan bahwa penyebab stunting bersifat beragam dan saling berkaitan, tidak hanya soal makanan, melainkan juga mencakup aspek pengelolaan air bersih. Menurutnya, air yang bersih dan sehat sangat diperlukan untuk mencegah berbagai penyakit yang dapat mengganggu penyerapan gizi anak, sehingga ketersediaan serta pengelolaan sumber air bersih harus menjadi perhatian utama setiap keluarga.

Faktor ekonomi dan pola asuh juga dibahas secara mendalam, karena cara orang tua merawat, memberi makan, dan mendidik anak berpengaruh besar terhadap pertumbuhan fisik maupun perkembangan mentalnya. Bidan Yuni mengajak para orang tua untuk menerapkan kasih sayang yang disertai aturan makan yang teratur, suasana yang nyaman saat makan, serta kebiasaan makan bersama yang dapat membentuk pola makan sehat anak.

Pola makan yang baik menjadi fokus pembahasan berikutnya, di mana Bidan Yuni mengingatkan pentingnya keberagaman jenis makanan yang dikonsumsi anak setiap hari. Makanan yang bervariasi dari berbagai kelompok zat gizi akan memenuhi kebutuhan tubuh anak secara menyeluruh, sehingga pertumbuhan tinggi badan dan berat badan dapat berjalan optimal sesuai usianya.

Kondisi lingkungan tempat tinggal pun tidak luput dari perhatian, karena lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari pencemaran menjadi pendukung utama pertumbuhan anak yang sehat. Warga diajak untuk menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama, mulai dari halaman rumah masing-masing hingga fasilitas umum desa, demi menciptakan suasana yang aman dan sehat bagi tumbuh kembang anak-anak.

Di akhir sesi diskusi, terjalin pertukaran gagasan yang hangat antara warga, kader, pendamping desa, serta Bidan Yuni, di mana warga menyampaikan kendala yang dihadapi dan bersama-sama mencari jalan keluar yang paling sesuai dengan kondisi setempat. Semua pihak sepakat bahwa perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh setiap keluarga akan membawa dampak besar dalam menurunkan angka stunting di Desa Kepuhanyar.

Kegiatan “Rembuk Stunting” ini ditutup dengan semangat kebersamaan dan tekad yang kuat untuk mewujudkan Desa Kepuhanyar yang bebas dari stunting demi masa depan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas. Dengan kepemimpinan yang baik, peran aktif seluruh warga, serta kerjasama yang erat antar lembaga, harapan terciptanya anak-anak yang tumbuh optimal di desa ini bukan lagi sekadar impian, melainkan langkah nyata yang sedang dijalani.

Pewarta: Agung Ch

Advertisement