REI Sulsel Bantah Tudingan Opini Pahmuddin Colik

0
FOTO: Wakil Ketua Bidang Permasalahan Anggota Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan, Edy Arsyam.
FOTO: Wakil Ketua Bidang Permasalahan Anggota Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan, Edy Arsyam.

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Wakil Ketua Bidang Permasalahan Anggota Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan, Edy Arsyam merespon kolom opini Pahmuddin Colik yang berjudul, “Ketika Integritas Dipertaruhkan: Layakkah H. Badris Memimpin REI Sulsel?”

Pahmuddin Colik dalam tulisan opini nya menyebutkan rekam jejak dan integritas personal seorang kandidat telah cukup kuat untuk membawa organisasi sebesar REI Sulsel?

“Pertanyaan ini menjadi semakin penting ketika terdapat keluhan dari masyarakat Kabupaten Gowa yang menyatakan bahwa persoalan pelunasan tanah yang berkaitan dengan H. Badris belum juga terselesaikan setelah kurang lebih satu tahun.” tulis Pahmuddin Colik dalam kolom opini 29 Agustus 2026 di LEGIONNEWS.COM

Advertisement

Edy Arsyam menyebutkan persoalan anggota REI Sulawesi Selatan (Sulsel) keterkaitan persoalan seharusnya dilaporkan ke badan pengurus REI Sulsel.

“Kalau ada masalah di pengembang itu sebaiknya disampaikan ke REI bukan dalam bentuk opini. Yang tentunya dapat merugikan pemilik perusahaan dalam hal ini pengembang yang disebutkan dalam kolom opini,” ujar Pengurus REI Sulsel saat dimintai tanggapannya, Selasa (2/9/2026)

“Jangan setelah yang bersangkutan maju sebagai bakal calon Ketua REI lantas muncul opini dalam pemberitaan. Kan kurang elok,” tegas Edy Arsyam.

Dikatakannya, Opini yang disampaikan tanpa bukti akan dapat berdampak hukum nantinya bila pihak pengembang keberatan.

Ia lalu menjelaskan selama ini REI Sulsel tidak pernah menerima aduan terkait seperti apa yang disampaikan penulis opini (Pahmuddin Colik)

“Selama ini kami di REI Sulsel tidak pernah menerima aduan terkait apa yang disebutkan dalam opini dalam pemberitaan,” katanya.

Ia pun berharap segala bentuk opini publik keterkaitan seseorang harus berlandaskan bukti bukan berdasarkan opini. (*)

Advertisement