LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Sebuah pamflet seruan aksi yang mencantumkan nama Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) beredar di tengah masyarakat. Pamflet tersebut menyerukan aksi bertajuk “Kepung PLN Sulselrabar!” sebagai bentuk protes terhadap pemadaman listrik secara bergilir.
Dalam pamflet itu, GAM mengangkat tema “Tagihan Tak Pernah Bergilir, Tapi Listrik Dipadamkan Bergilir”. Massa aksi disebut akan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada PLN Sulselrabar, khususnya terkait persoalan pemadaman listrik yang dilakukan secara bergilir.
Setidaknya terdapat dua tuntutan yang tercantum dalam pamflet. Pertama, mendesak PLN Sulselrabar agar segera menghentikan pemadaman listrik secara bergilir. Kedua, meminta pencopotan General Manager PLN Sulselrabar.
Pamflet tersebut juga mencantumkan rencana pelaksanaan aksi pada Kamis, 3 September 2026, pukul 10.00, dengan titik aksi disebut berada di PLN Sulselrabar.
Seruan aksi ini muncul di tengah sorotan masyarakat terhadap pelayanan kelistrikan, khususnya dampak pemadaman bergilir terhadap aktivitas rumah tangga, pelaku usaha, serta fasilitas pelayanan publik.
Di waktu yang sama, Panglima Besar Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM), Fajar Wasis, saat dikonfirmasi media membenarkan bahwa pamflet seruan aksi yang beredar tersebut berasal dari pihaknya.
“Apa yang beredar itu jelas bersumber dari Gerakan Aktivis Mahasiswa. Kami secara kelembagaan akan hadir dan mengambil bagian dalam aksi tersebut,” Tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan menggelar aksi prakondisi pada 1 September 2026 sebagai bagian dari rangkaian aksi yang telah direncanakan.
“Sebagai bagian dari persiapan aksi, kami akan melakukan prakondisi pada 1 September sebagai bentuk spontanitas menyikapi pemadaman listrik bergilir yang dilakukan PLN Sulselrabar,” pungkasnya. (*)

























