Sama dengan Makassar, Ketua DPD II Golkar Takalar Menghilang

0
FOTO: Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) bersama fungsionaris dan sejumlah anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel berkunjung melakukan konsolidasi bersama DPD II Partai Golkar Kabupaten Takalar, Minggu, 30 Agustus 2026.
FOTO: Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) bersama fungsionaris dan sejumlah anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel berkunjung melakukan konsolidasi bersama DPD II Partai Golkar Kabupaten Takalar, Minggu, 30 Agustus 2026.

LEGIONNEWS.COM – TAKALAR- Kabupaten Takalar menjadi Kabupaten yang mendapat perhatian penting dalam konsolidasi DPD I Partai Golkar Sulsel. Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) bersama fungsionaris dan sejumlah anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel berkunjung melakukan konsolidasi bersama DPD II Partai Golkar Kabupaten Takalar, Minggu, 30 Agustus 2026.

Kedatangan, IAS bersama rombongan tanpa disambut Ketua DPD II Golkar Kabupaten Takalar, Zulkarnain Arif. Kedatangan IAS, justru disambut Dewan pertimbangan DPD Golkar Takalar, Makmur Andi Sadda bersama jajaran pengurus DPD II bersama seluruh anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Takalar.

Dikesempatan itu, Makmur Andi Sadda menjelaskan kedatangan, IAS bersama rombongannya adalah bukti keseriusannya menata kembalinya kejayaan partai Golkar Kabupaten Takalar.

Advertisement

“Takalar daerah pejuang, harusnya Golkar di daerah ini harus besar. Kedatangan pak IAS di Takalar adalah bukti keseriusannya membangkitkan Golkar di Takalar. Kami siap ditegur kami siap dievaluasi di Takalar,” sebutnya.

Makmur Andi Sadda mengakui kepengurusan hari ini dibawa kendali, Zulkarnain Arif membuat prestasi Golkar tidak menunjukkan jauh dari target politiknya. Terbukti hari ini Golkar hanya meraih tiga kursi anggota di DPRD Takalar.

“Sekarang kepercayaan masyarakat di Takalar kepada Golkar hampir hilang. Terakhir sepuluh tahun lalu kejayaan Golkar masih utuh. Sekarang di periode ini kita hanya memiliki tiga kursi anggota DPRD dari Golkar. Kita butuh ketua yang punya komitmen, yang mau membesarkan Golkar di Takalar,” kata, Makmur Andi Sadda.

Sementara, IAS dalam sambutannya menegaskan jika konsolidasi adalah langkah awal dalam menatap kekuatan partai dalam mencapai kejayaan pada perhelatan politik kedepan.

IAS juga menjelaskan hubungan dirinya dengan ketua DPD II Golkar Takalar, Zulkarnain Arif adalah sebuah dinamika politik yang biasa terjadi.

“Konsolidasi adalah agenda yang paling penting dalam memperkuat komunikasi, kebersamaan sesama kader. Saya bersama pak Zulkarnain adalah hal biasa dalam dinamika politik. Kedepan kader Golkar harus memiliki tanggung jawab bersama untuk kejayaan Golkar di Kabupaten Takalar di masa akan datang,” sebut, IAS.

IAS meminta anggota Fraksi Golkar Kabupaten Takalar menjunjung tinggi etika politik dalam menjalankan amanahnya. Diapun berharap, anggota Fraksi Golkar menjadi bahagian penting merekrut generasi muda bergabung membesarkan Golkar.

“Anggota DPRD harus menjaga etika yang santun menjaga nama baik partai Golkar. Seluruh kader khususnya anggota Fraksi Golkar di DPRD Takalar harus merangkul generasi muda. Strategi harus disiapkan merangkul pemilih pemula, salah satunya memfasilitasi keinginannya,” ucapnya.

IAS yang juga mantan Wali Kota Makassar dua periode menjelaskan, terkurasnya kursi Golkar di DPRD adalah bukti kurangnya kader melakukan pendekatan ke masyarakat.

“Setiap periode kursi kita di DPRD terkuras, ini membuktikan kurangnya pendekatan kita ke masyarakat. Anggota Fraksi Golkar Kabupaten Takalar harus melibatkan kader di setiap kegiatan reses, ini cara perekrutan kita untuk mengajak masyarakat bergabung bersama Golkar. Karena partai Golkar adalah partai yang konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat. Pendekatan budaya, dan silaturahmi harus dijalankan kader dalam melakukan pendekatan ke masyarakat,” tutup, IAS. (*)

Advertisement