
LEGIONNEWS.COM – BANTAENG, Rombongan mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 yang berposko di Desa Kayu Loe, Kabupaten Bantaeng, mengalami kecelakaan tunggal yang cukup serius pada Kamis, 13 Agustus 2026, sekitar pukul 14.00 WITA. Kabar kecelakaan ini sempat beredar di media sosial, dengan berbagai versi. Untuk meluruskan informasi agar tidak simpang-siur, berikut penjelasannya.
Pada pagi hari, mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 di Kabupaten Bantaeng menghadiri kegiatan Penutupan KKN, yang dirangkaikan dengan penghijauan serentak di lokasi Pinus Rombeng, Desa Bonto Lojong. Siang hari usai kegiatan, mahasiswa kembali ke Posko masing-masing.
Dalam perjalanan pulang, satu kendaraan mobil pick up terbuka yang ditumpangi oleh 12 mahasiswa dari Posko Kayu Loe mengalami kecelakaan tunggal.
Menurut informasi pengemudi, mobil alami rem blong. Sebagai upaya menghentikan laju kendaraan, pengemudi sengaja membenturkan mobil ke pohon di pinggir jalan. Akibatnya, mobil terbalik dan berguling ke sisi jalan yang lebih rendah. Peristiwa ini terjadi di perbatasan Desa Bonto Lojong dan Desa Kayu Loe.
Sesaat setelah kejadian, mahasiswa di evakuasi ke rumah warga di sekitar lokasi kecelakaan. Koordinator Dosen Pendamping Kegiatan (DPK) KKN Kabupaten Bantaeng, Dr. Putri F. Nurdin, saat ini berada tidak terlalu jauh dari lokasi.
Dr. Putri segera bergerak ke lokasi, dan langsung menghubungi Public Savety Center (PSC). Dalam waktu sekitar 10 menit, Tim Medis dari PSC Cabang Loka tiba di lokasi dan memberikan penanganan awal sambil menunggu ambulance. Seluruh mahasiswa korban kecelakaan kemudian dievakuasi menuju RS Anwar Makkatutu, Bantaeng, dan langsung memperoleh penanganan di Unit Gawat Darurat (UGD).
Kondisi mahasiswa para korban dikabarkan terus membaik. Tidak lama setelah tiba di UGD, sebanyak 5 orang dilaporkan dalam kondisi sehat dan stabil, 4 orang alami cedera ringan. Sementara 3 orang perlu observasi lanjut termasuk foto x-ray. Hasil foto x-ray menunjukkan 2 orang alami keseleo kaki, dan 1 orang terindikasi fraktur di paha.
Pada pukul 21.45 WITA, Koordinator DPK Dr. Putri F. Nurdin, yang terus mendampingi korban sejak siang hari mengabarkan perkembangan hasil observasi dokter dan tim medis RS Anwar Makkatutu. Sebanyak 10 mahasiswa telah dapat dipulangkan malam ini juga.
Sementara 2 mahasiswa lainnya sebenarnya sudah diperbolehkan untuk pulang. Namun, Dr. Putri meminta agar mereka diperkenankan untuk istirahat di RS, berhubung keduanya sementara tertidur pulas. Ia akan menjemput kedua mahasiswa itu saat pemulangan ke Makassar esok hari.
Kepala Sub Direktorat Pembelajaran Berbasis Masyarakat Universitas Hasanuddin, Dr. Suleha Thamrin, SP, M.Si, sebagai Pengelola KKN Unhas menyampaikan apresiasi kepada respon cepat dari DPK KKN di lokasi. Dirinya berharap para mahasiswa dapat terus hati-hati dalam melaksanakan aktivitas di penghujung masa KKN.
Kegiatan KKN Unhas Gelombang 116 memasuki masa akhir. Penutupan KKN dan penarikan mahasiswa dari lokasi berlangsung secara bertahap, sejak Rabu, 12 Agustus 2026 hingga Sabtu, 15 Agustus 2026. Untuk Kabupaten Bantaeng sendiri, penarikan mahasiswa KKN akan berlangsung tanggal 14 Agustus 2026, bersamaan dengan penarikan dari lokasi Pinrang, Gowa, Maros, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Toraja Utara.(*)
























