Logis 08: Sekolah Rakyat Jalan Keselamatan Masa Depan Harapan Anak Rakyat Kecil

0
FOTO: Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo (Ist)*
FOTO: Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo (Ist)*

JAKARTA – Program Sekolah Rakyat terus mendapat perhatian publik. Di tengah munculnya pandangan yang menilai program tersebut tidak bermutu, Ketua Umum Relawan Prabowo-Gibran LOGIS 08, Anshar Ilo, justru memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut.

Anshar menilai Sekolah Rakyat merupakan salah satu terobosan penting pemerintah dalam memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang sebelumnya tidak bersekolah, putus sekolah hingga hidup di jalanan.

“Sekolah Rakyat adalah bentuk keberpihakan negara kepada rakyat kecil. Jangan sampai anak yang lahir dari keluarga miskin kehilangan masa depan hanya karena tidak mampu mengakses pendidikan yang layak. Negara harus hadir memberikan kesempatan yang sama,” kata Anshar Ilo, Minggu (09/08).

Advertisement

Mantan Wakil Ketua DPP KNPI itu mengatakan pendidikan merupakan salah satu instrumen paling kuat untuk memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, menurut dia, program Sekolah Rakyat tidak semestinya buru-buru diberi stigma tidak bermutu hanya karena masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya.

Pernyataan Anshar tersebut sejalan dengan penjelasan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol TNI Teddy Indra Wijaya yang sebelumnya menanggapi pihak-pihak yang menilai Sekolah Rakyat tidak bermutu.

Teddy menyebut hingga Agustus 2026, lebih dari 43 ribu anak yang sebelumnya tidak bersekolah, putus sekolah hingga hidup di jalanan kini kembali mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui Sekolah Rakyat.

Menurut Teddy, program tersebut tidak hanya memberikan pendidikan akademik. Karena berbasis asrama, para siswa juga mendapatkan tempat tinggal, makanan, layanan kesehatan, pendidikan ilmu dan adab, serta fasilitas belajar.

Bagi Anshar, pendekatan tersebut justru menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya menyelesaikan persoalan pendidikan, tetapi juga berupaya menjawab persoalan sosial yang selama ini menjadi hambatan anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan.

“Anak-anak dari keluarga miskin sering kali bukan tidak mau sekolah. Persoalannya mereka menghadapi banyak keterbatasan, mulai dari tempat tinggal, makanan, biaya transportasi, kesehatan hingga lingkungan. Sekolah Rakyat mencoba menjawab persoalan itu secara terpadu,” ujarnya.

Anshar juga menilai capaian prestasi siswa Sekolah Rakyat menjadi bukti bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki potensi yang sama untuk berprestasi apabila diberikan kesempatan dan pembinaan yang tepat.

Anshar berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Menurutnya, kemiskinan orang tua tidak boleh menjadi takdir yang harus diwariskan kepada anak-anak.

“Jangan biarkan kemiskinan orang tua menjadi takdir bagi anak-anaknya. Negara harus hadir memberikan jalan. Sekolah Rakyat adalah salah satu jalan itu,” ujarnya.

“Ini bukan hanya soal sekolah. Ini soal masa depan manusia. Kita sedang menyelamatkan anak-anak Indonesia agar mereka tidak mewarisi kemiskinan, tetapi mewarisi kesempatan untuk menjadi orang hebat,” pungkas pemuda asal Makassar ini. (**)

Advertisement