
LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Nama siswi UPT SMA Negeri 1 Jeneponto berinisial KRU jadi sorotan netizen. Ia oleh para netizen disebutkan tak lolos dalam 10 besar calon Paskibraka tingkat nasional untuk peringatan HUT RI ke 81 di Istana Negara, Jakarta pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Akun instagram @Vjurka_ mengomentari unggahan akun @jenepontoinfoterkini yang menggungah lolosnya perwakilan pelajar asal kabupaten Jeneponto.
“Waduh ada janggal, padahal tidak masuk di 10 besar malah bisa lolos tingkat pusat, upss,” *** tulis Akun instagram @Vjurka_ seperti dilihat Senin (25/5)
“Klau dikasih masuk 10 besar, anak mas tidak lolos k pusat memalukan,” *** tulis akun @motormahesa
Panitia seleksi calon Paskibraka tingkat nasional di Sulawesi Selatan (Sulsel) tuai sorotan. Pasalnya siswi asal kota Makassar Cathlyn Yvaeni Lesmana sejak awal masuk 3 besar dicoret.
Tak lolosnya siswi dari salah satu SMA di kota Makassar, Cathlyn ramai dibicarakan.
Ia merupakan pelajar SMA keturunan tionghoa. Akun tiktok @orangdalam.update menyebutkan Cathlyn yang merupakan perwakilan dari kota Makassar disebutkan korban mafia calon Paskibraka.
“Seleksi Paskibraka Sulsel diduga penuh kecurangan, Peserta unggulan dianulir sepihak,”
“Niatnya jadi duta Pancasila, Eeh..panitia nya malah kasih contoh mafia malah menginjak-injak keadilan,
Bayangkan penentuan akhir yang harusnya transparan menggunakan aplikasi malah dibikin tertutup dan semua pendamping resmi diusir paksa keluar ruangan,
Di dalam sana oknum panitia seenaknya bikin aturan gaib pakai test bahas daerah yang tidak ada di panduan pusat
“Puncaknya peserta unggulan dari makassar Cathlyn Yvaeni Lesmana yang sudah lolos masuk tiga besar tiba tiba dianulir sepihak tanpa alasan,”
“Posisinya dirampas dan diganti sama peserta gaib yang dari awal tidak pernah dipanggil masuk 10 besar. Tapi ajaibnya malah lolos melenggang ke tingkat nasional,”
“Publik makin manguk, Karena Cathlyn ini satu satunya peserta beretnis thionghoa, Jadi wajar publik curiga ada rasisme terselubung di test bahasa daerah itu
“Mental anak belasan tahun dihancurkan demi kepentingan oknum. Usut tuntas kecurangan ini viralkan,” tulis akun tiktok @orangdalam.update
Terkait itu awak media mengkonfirmasi hal tersebut ke Ketua DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel), Rahmatika Dewi.
Kepada media, Cicu sapaan lain Ketua DPRD Sulsel itu mengatakan terkait permasalahan tersebut akan digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP)
“Ada suratnya untuk RDP ini,” singkat Cicu, Senin (25/5). (LN)





















